Lima Kecamatan Akan Simulasikan E-Voting


TEMPO.CO, Jakarta -KPU Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan simulasi e-voting di lima kecamatan. Simulasi akan menggunakan perangkat teknologi yang selama ini telah ditawarkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. “Ini untuk membiasakan warga Jakarta agar mudah menggunakan teknologi,” kata Ketua KPU DKI, Dahlia Umar, Selasa 17 April 2012.

Dahlia yakin perangkat alat mudah digunakan oleh warga berpendidikan rendah sekalipun. Alat berlayar sentuh itu dianggap praktis dan mampu menghemat banyak anggaran pilkada. “Di Brazil dan India saja bisa, mengapa kita tidak?” ujarnya.

Dalam peragaan yang dilakukan sejumlah ahli dari BPPT, Dahlia menjelaskan, cara kerja alat e-voting dengan cara menyentuh gambar calon yang dipilih pada layarnya. Tapi, pertama-tama, untuk memfungsikan alat tersebut dibutuhkan kertas yang memuat barcode untuk dipindai mesin.  

Setelah memilih, di layar akan tampil pertanyaan konfirmasi. Konfirmasi selesai, akan keluar struk. Struk inilah yang akan menggantikan fungsi tinta di ujung jari, sebagai bukti telah dilakukan pemilihan. Selain itu, jika nantinya ada sengketa suara, struk berguna untuk penghitungan manual.

Selain mampu menghemat hingga 60 persen anggaran KPU DKI karena tak lagi menggunakan kertas suara dan banyak mengurangi honor tenaga di tempat-tempat pemungutan suara, e-voting juga bisa meminimalisir kecurangan. "Kami sebenarnya tidak kebertan, tapi peraturan belum memungkinkan e-voting," kata Dahlia.

Pada intinya, Dahlia mengatakan pihaknya siap jika semua alat sudah berstandar dan aturan sudah membolehkan penggunaan e-voting.

GADI MAKITAN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan