Boediono: Sudomo Punya Andil Penting bagi Negara

Boediono: Sudomo Punya Andil Penting bagi Negara

Sejumlah kerabat dan keluarga melayat almarhum Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Laksamana TNI (Purn) Sudomo di kediamannya, Pondok Indah, Jakarta, Rabu (18/4). ANTARA/M Agung Rajasa

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Boediono menyatakan mantan Ketua Dewan Pertimbangan Agung Laksamana (Purnawirawan) Sudomo telah memberikan andil penting dalam perkembangan bangsa Indonesia. "(Almarhum) tidak segan mengambil posisi sentral," kata Boediono saat pidato sebagai inspektur upacara pemakaman jenazah Sudomo di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis, 19 April 2012. "Pertarungan Laut Aru adalah salah satu sejarah penting bangsa dalam menjaga kedaulatan."

Menurut Boediono, kiprah almarhum Sudomo dalam berbagai posisi di pemerintahan tidak diragukan lagi. "Benang merahnya, karakter kepemimpinannya yang tegas dan lugas," ujar dia. "Saya mengajak kita semua untuk memanjatkan doa agar almarhum diberi tempat yang lapang sesuai dengan amal ibadah dan darma baktinya."

Upacara pemakaman jenazah Sudomo dilakukan secara militer dan dimulai pada pukul 09.00 WIB di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Hadir dalam upacara pemakaman antara lain keluarga, kerabat, dan rekan kerja almarhum Sudomo. Upacara pemakaman selesai pada pukul 09.45 WIB.

Boediono mengatakan upacara kebesaran militer untuk jenazah Sudomo merupakan salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk mengungkapkan penghargaan kepada almarhum atas jasa-jasanya bagi nusa dan bangsa.

Sudomo meninggal dunia dalam usia 86 tahun. Menurut asisten pribadinya, Ari, Sudomo mengembuskan napas terakhir dalam perawatan di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan. "Beliau meninggal dunia pada pukul 10.05 WIB," ujar Ari yang dihubungi pada Rabu, 18 April 2012, kemarin. Pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu dirawat sejak Sabtu, 14 April 2012. Ia diduga menderita pendarahan otak.

Pria kelahiran Jawa Timur, 20 September 1926, ini dikenal mampu meredam kemelut keamanan dalam negeri secara dingin. Tindakannya pun kerap memunculkan kotroversi seperti ketika menjabat Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban. Dunia intelijen Indonesia di era Orde Baru diwarnai kepemimpinan Sudomo, LB Moerdani, dan Yoga Soegama.

PRIHANDOKO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X