Data Yang Lemah Serta Qualcomm Jatuhkan Wall Street
AP/Richard Drew
TEMPO.CO, New York - Bursa jatuh untuk yang kedua kalinya pada perdagangan semalam setelah data tenaga kerja menunjukkan pelemahan, serta peringatan atas hasil buruk Qualcomm dan Stanley Black & Decker membuat investor kecil hati.
Saham Apple turun 3,4 persen yang ditutup di US$ 587,44 juga memberi kontribusi kerugian kali ini, karena kekhawatiran baru tentang Eropa.
Indeks Dow Jones dalam perdagangan Kamis waktu setempat, ditutup turun 68,65 poin (0,53 persen) menjadi 12.964,1. Indeks saham teknologi Nasdaq juga merosot 23,89 poin (0,79 persen) ke level 3.007,56, serta indeks S&P 500 juga melemah 8,22 poin (0,59 persen) ke 1.376,92.
Imbal hasil (yield ) obligasi Spanyol kembali meningkat setelah hasil lelang agak mengecewakan, dan imbal hasil Prancis juga meningkat karena rumor bahwa peringkat utang negara tersebut akan diturunkan.
Qualcomm memimpin penurunan saham teknologi setelah jatuh 6,6 persen menjadi US$ 62,57 sehari setelah peringatan adanya kesulitan permintaan atas beberapa chip-nya. Stanley Black & Decker jatuh 7,1 persen menjadi US$ 72,91, memimpin penurunan saham sektor industri.
Penurunan saham di bursa New York sebenarnya diawalli oleh keluarnya musim laporan keuangan triwulan pertama tahun ini yang lebih baik dari perkiraan dari Bank of America dan Morgan Stanley.
Dari 105 emiten S&P 500 yang telah mengeluarkan laporan keuangan, 81,9 persen berhasil mengalahkan ekspektasi analis, menurut data Thomson Reuters.
“Meskipun laba emiten berhasil tumbuh mengalahkan perkiraan analis, namun data penting ekonomi telah kehilangan momentum sehingga menimbulkan pertanyaan apakah saat ini merupakan pelemahan yang lembut atau penurunan yang dramatis,” kata Quincy Krosby, ahli strategi pasar dari Prudencial Financial di Newark, New Jersey.
Sepanjang perdagangan kemarin saham eBay Inc berhasil melonjak 13,2 persen menjadi US$ 40,62 sehari setelah melaporkan penjualan dan labanya pada triwulan pertama tumbuh melebihi dari perkiraan, serta menaikkan prediksinya tahun 2012.
Saham Bank of America jatuh 1, persen menjadi US$ 8,77, sementara Morgan Stanley naik 2,3 persen menjadi US$ 18,07. Keduanya melaporkan labanya tumbuh melebihi perkiraan.
Kekhawatiran terhadap prospek ekonomi kembali muncul setelah data klaim pengangguran baru tercatat 386 ribu, melebihi perkiraan analis sebesar 370 ribu jiwa. Selain itu, data aktivitas pabrik di daerah Atlantik Tengah juga turun tajam di bulan april, serta penjualan rumah di bulan Maret lalu juga turun untuk kedua kalinya.
REUTERS/ VIVA B. KUSNANDAR
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan
- Harga BBM Naik, Pemerintah Bikin Tim Sosialisasi
- Soal Longsor, Jero Wacik Panggil Bos Freeport
- Uni Eropa Kucurkan Rp 3,77 Triliun untuk Indonesia
- Ekspor Tekstil Capai US$ 13,5 Miliar
- TAM Mengeluh, Banyak BlackBerry Q10 Ilegal
- Telkom Ekspansi ke Hong Kong dan Timor Leste














