indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Dikeroyok, Arifin Diteriaki 'Ambon Bawa Sangkur'

Dikeroyok, Arifin Diteriaki 'Ambon Bawa Sangkur'

Ibunda Kelasi Arifin. TEMPO/Yohanes Seo

TEMPO.CO, Jakarta - Hingga Ahad 22 April 2012, polisi menyebutkan telah menangkap lima terduga pengeroyok Kelasi Arifin Siri pada 31 Maret 2012 lalu. Dua di antaranya ditangkap Ahad dinihari di dua lokasi berbeda. Keduanya adalah Michael Tri Fernando, 20 tahun, dan Andrian Yudi Islami, 22 tahun. Dalam pengeroyokan pada 31 Maret 2012 malam itu, Michael disebut sebagai provokator yang membuat aksi pengeroyokan itu berujung tewasnya Arifin.

"Jadi dia (Michael, red) yang teriak bahwa ada orang Ambon ngamuk bawa sangkur," kata Komisaris Besar Rikwanto, juru bicara Polda Metro Jaya, Ahad 22 April 2012.

Menurut Rikwanto, Michael meneriaki Arifin yang mencoba menyabetnya dengan sangkur. Ini terjadi setelah Michael menaiki truk kontainer yang baru saja bersenggolan dengan Avanza. Saat Michael naik ke atas kontainer, Kelasi Arifin yang melihatnya itu langsung menyuruh Michael turun.

Arifin, kata Michael, mengeluarkan sangkurnya sambil menyuruh dirinya turun. Arifin juga sempat menyabet Michael dengan sangkurnya, tapi tidak kena. "Michael sempet hampir dibacok, tapi tidak kena," kata Rikwanto. "Setelah itu, Michael teriak 'ada orang Ambon ngamuk pakai sangkur'."

Teriakan Michael akhirnya mengerakkan orang-orang yang ada di sana. Mereka tergerak ingin tahu sampai akhirnya Kelasi Arifin dikeroyok.

Sementara pelaku pengeroyokan berikutnya, yaitu Fance, disebut Rikwanto ditangkap polisi karena ikut memukuli Arifin. "Fance memukuli Arifin menggunakan bambu," kata Rikwanto.

Adapun Andrian alias Pance, menurut Rikwanto, mengambil dompet milik Arifin dan membagi-bagikan uang dari dompet tersebut kepada rekan-rekannya. "Ngakunya uang yang diambil Rp 15 ribu," kata Rikwanto. Adrian juga memukuli Kelasi Arifin dengan bambu.

Kelima tersangka pengeroyokan itu diancam dengan Pasal 170 KUHP tentang Tindak Penyerangan Secara Bersama-sama, dengan ancaman kurungan di atas lima tahun. "Hukumannya di atas 5 tahun penjara," kata Rikwanto.

DIMAS SIREGAR

Berita Terkait
Sudah 5 Orang Terduga Pengeroyok Arifin Ditangkap
Pemeriksaan Kodam Jaya Jadi Kunci Kasus Geng Motor
Geng Motor Tak Berencana Membunuh Lawannya
Kasus Geng Motor, Polisi Tangkap 2 Tersangka
Anggota Geng Motor Sebut Operasi Abu-abu
Sebelum Beraksi, Geng Motor itu Kumpul di Monas?
Tepis Stigma Anarkistis, Klub Motor Bikin Jambore

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
3
siapun yg salah harus dihukum seberat berat nya,negara kok ada geng2an,hapuskan sepeda motor dari bumi indonesia, sulit diatur,polusi tinggi,korban yg mati/cacat capai puluhan ribu/tahun,kan lebih baik dialihkan ke kendaraan umum aja,negara yg produksi secara bertahap dihapus,diganti sepeda motor listrik saja,.
2
5
gara-gara kau Michael dan Pance,orang lain yang tidak tahu apa2 jadi korban balas dendam.coba kau menyerahkan diri dari awal tidak begini jadinya.
Wajib Baca!
X