Rusia-Cina Gelar Latihan Perang Laut
Helikopter Angkatan Laut Venezuela mendarat di kapal perang Rusia dalam latihan bersama di Laut Karibia, Venezuela dekat dengan perairan Amerika Serikat (3/12). Foto: AFP/ ABN - Maiquel Torcatt
TEMPO.CO , BEIJING:- Angkatan Laut Cina dan Rusia memulai latihan perang selama enam hari di Laut Kuning, sebelah timur pantai Cina, Minggu 22 April 2012. Operasi-operasi anti-kapal selam dan simulasi penyelamatan dari aksi pembajakan kapal akan dipraktekkan dalam latihan tersebut.
Manuver skala besar ini adalah pertama kalinya dari angkatan laut kedua negara, meskipun Moskow dan Beijing pernah berpartisipasi dalam empat latihan perang sejak 2005.
Lebih dari 4.000 personel Cina akan diterjunkan. Cina juga menyuplai 16 kapal perang yang mampu mengusung lima rudal perusak, lima frigate, empat kapal rudal, dan sebuah kapal pendukung, serta sebuah kapal rumah sakit.
Xinhua melaporkan, sebanyak 13 pesawat tempur dan lima helikopter pengangkut juga terlibat. Adapun Rusia berkontribusi dengan mengerahkan empat kapal perang dengan tiga di antaranya pengangkut rudal penjelajah dan tiga kapal pendukung.
Latihan itu digelar di tengah ketegangan antara Cina dan para tetangganya soal klaim teritorial. Enam negara mengklaim berkompetisi dalam kedaulatan terhadap kawasan Laut Cina Selatan yang diyakini kaya akan deposit minyak dan gas. Pekan lalu Amerika Serikat dan Filipina memulai latihan militer di Laut Cina Selatan.
Pada Kamis pekan lalu, Beijing menyebutkan latihan perang mereka dengan Rusia bertujuan menjaga perdamaian regional. Beberapa pengamat menilai kerja sama itu sebagai sinyal dekatnya hubungan di antara kedua raksasa regional.
"Latihan perang gabungan ini sudah dijadwalkan sejak lama antara Cina dan Rusia untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas regional," demikian pernyataan juru bicara Kementerian Pertahanan Cina Liu Weimin, seperti dikutip AFP. Para pejabat Cina kemarin menyebutkan latihan perang laut kali ini berfokus pada pertahanan maritim, taktik-taktik anti-kapal selam, pencarian maritim, dan penyelamatan.
BBC | Xinhua | Dwi A
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Editor's Choice
- Tiga Bandara Berpotensi Terkena Dampak Kabut Asap
- BMKG Batam: Asap Kebakaran Hutan Makin Pekat
- Twitter Akuisisi Startup Spindle
- Cara Foto: Superman Membentuk Ototnya
- Tantangan Jokowi-Ahok Buat Lurah-Camat-Wali Kota
- Kabut Asap di Singapura Diprediksi Bertahan Lama
- DPR Khawatir Pemerintah Ragu Naikkan Harga BBM
Berita Utama Dunia
- Rouhani Pernah Setuju Tutupi Program Nuklir Iran
- Aksi Hening Berdiri, Tren Baru Protes di Turki
- Snowden Bantah Jadi Mata-Mata Cina
- Inilah Akun Twitter Presiden Iran Terpilih
- Ditaruh di Ban, Penyelundupan Kaki Beruang Gagal
- Hassan Rouhani Akan Bawa Iran Lebih 'Bersahabat'
- Warga AS-Kuba Bakal Bisa Saling Berkirim Surat



