BI: Peringkat Utang Tak Pengaruhi Investor Asing  

BI: Peringkat Utang Tak Pengaruhi Investor Asing  

TEMPO/Wahyu Setiawan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan penilaian lembaga internasional Standard and Poor, yang menahan peringkat utang Indonesia satu level di bawah peringkat layak investasi, tak mempengaruhi sikap investor asing. Hingga kuartal pertama 2012, kata dia, portofolio saham dan SUN mencapai US$1,6 miliar dolar atau sekitar Rp 14,7 triliun.

"Kalau dibandingkan dengan kuartal empat 2011, masih lebih baik," ujarnya seusai menjadi pembicara dalam diskusi Hitung Ulang Guncangan Harga BBM di Jakarta, Senin, 23 April 2012.

Dia yakin modal asing akan tetap masuk. Hal ini tampak dari penguatan rupiah. "Rupiah stabil, beberapa hari ini menguat. Ini cerminan kepercayaan diri investor internasional terhadap Indonesia," kata dia.

Menurut ekonom senior Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, sikap investor asing terbagi. Selama pertumbuhan ekonomi masih baik, dia menilai investor saham tak akan bermasalah. Fauzi memperkirakan, jika kondisi Eropa tak memburuk, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa berada di kisaran 6,1-6,2 persen.

Apabila melihat pertumbuhan ekonomi pada 2011 yang mencapai 6,5 persen dengan laba korporasi tumbuh 28 persen dan laba perbankan 31 persen, ia memperkirakan jika pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,1-6,2 persen, laba korporasi bisa tumbuh 20 persen. "Jadi, tidak masalah," ujarnya.

Meskipun begitu, Fauzi memberi catatan pada sikap investor SUN. Ia menjelaskan, investor yang satu ini butuh kepastian karena mereka menginginkan imbal hasil tetap tinggi serta di atas inflasi. Mereka akan menunggu apakah pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak atau tidak. "Sama seperti S&P. Investor SUN akan melihat ekspekstasi inflasi, BI rate, suku bunga serta Fasilitas Simpanan BI (FasBI)," ujarnya.

MARTHA THERTINA


 


 


 


 

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X