Dahlan Akui Gerah dengan Pejabat BUMN Korupsi Proyek

Dahlan Akui Gerah dengan Pejabat BUMN Korupsi Proyek

Dahlan Iskan. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO , Jakarta:- Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengaku gerah oleh pejabat -pejabat BUMN yang terlibat korupsi proyek, termasuk Hambalang. Karenanya, ia mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memeriksa dan menuntaskan kasus-kasus itu. "Tangkap saja, tangkap. Saya sudah kesal," kata Dahlan saat ditemui Tempo di kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, Selasa, 24 April 2012.

Komentar itu keluar menyangkut dugaan kolusi dua BUMN-nya, PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya, dalam proyek Pusat Olah Raga Hambalang di Bogor dengan terpidana kasus Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Proyek senilai Rp 1,5 triliun ini dimenangkan dua BUMN ini sebagai sebuah konsorsium. Dalam pengerjaannya, Hambalang disubkontrakkan kepada Dutasari dan PT Global Daya Manunggal. Sementara itu, satu BUMN lain, PT Pembangunan Perumahan diduga menggarap banyak proyek dengan Dutasari.

Dahlan mengaku belum berencana untuk mengganti direksi ketiga BUMN tersebut. Namun katanya, jika KPK menemukan indikasi kuat keterlibatan pejabat di tiga perusahaan itu, penegak hukum wajib mengusutnya secara hukum. "Kalau salah tangkap, kalau sudah ditangkap kan pasti diganti (Direksinya)," ujarnya.

PT Dutasari diduga terlibat dalam proyek senilai Rp 1,5 triliun itu. Juru bicara KPK, Johan Budi S.P. belum mendetilkan keterlibatan perusahaan yang pernah dipimpin istri Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila Attabik itu.

Nama Athiyyah tertera dalam dua akta perubahan Dutasari. Pertama, akta Nomor 70 tertanggal 30 Januari 2008 menyebut dia pemegang 1.650 lembar saham senilai Rp 1,6 miliar; kedua, pada akta Nomor 11 tertanggal 10 Maret 2008 sebagai pemilik 1.100 saham.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Kunardi Gularso, menolak memberikan penjelasan. "Untuk pemeriksaan, tolong ditanyakan ke KPK langsung,” ujarnya kemarin.

M. ANDI PERDANA

Berita lain
Dahlan: Satu Lagi Perempuan Jadi Dirut BUMN
Tips Dahlan Memilih Komisaris: Wibawa dan Preman
Golkar Tarik Dukungan Interpelasi untuk Dahlan
Ganti Direksi, Dahlan Iskan Ogah Heboh

Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Bpk Dahlan Iskan yang terhormat. Bersama ini saya kirimkan sebuah artikel dari pengamatan dan pengalaman saya selama tinggal di Japan. Bagaimana perusahaan2 Japan mencegah KORUPSI baik korupsi besar atau kecil,baik korupsi uang atau waktu. Yaitu dengan memberikan BONUS kepada semua kariawan dari atas sampai kebawah. Dengan demikian mereka merasa memiliki perusahaan, dan menjaga perusahaan itu bangkrup atau korupsi. Suatu kiat yang sangat cemerlang dan sukses besar. LOOK TO THE EAST AND LEARN FROM JAPAN. http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/bonus-japan.html Semoga Bpk Dahlan Iskan sukses mempelopori di Indonesia,amin Salam hangat dari Amerika.
0
2
LAma lama aku salut sm Pak Dahlan . Teruskan PAk
0
2
DITANGKAP TERUS DI SODOMI..
0
7
setuju pak! tangkap semua koruptor!
Wajib Baca!
X