Ada Layar Tancap di Festival Film Anak  

Ada Layar Tancap di Festival Film Anak  

Festivalfilmpurbalingga.blogspot.com

TEMPO.CO, Jakarta -Yayasan Kalyana Shira dan Jerin bakal menggelar festival film untuk anak-anak di Jakarta. Anak-anak akan disuguhi film anak-anak dari berbagai negara di Eropa dan Indonesia. Menariknya, selain di gedung teater, pemutaran film juga akan digelar dengan model layar tancap.

Festival film anak ini akan dilaksanakan di Mega Blitz Gran Indonesia mulai 27-29 April dan 5-6 Mei mendatang. “Harapannya, film ini bisa menjawab rasa ingin tahu, mengidentifikasi diri, belajar berempati, dan menginspirasi anak-anak,” ujar Lanny Tanulihardja dari Goethe Institute dalam siaran persnya.

Dari film ini harapannya anak-anak bisa mengenal keragaman budaya negara lain, belajar tentang nilai kemanusiaan, dan menantang jiwa muda mereka untuk bereksplorasi.

Pembukaan festival dilaksanakan pada Jumat, 27 April 2012, mulai pukul 18.00 disusul kompetisi film pendek, pemutaran film Langit Biru dan Was Lebst Du (Whatz Up?) karya Bettina Braun. Pemutaran film model layar tancap juga akan digelar di West Mall Level 8 Grand Indonesia ini terbuka untuk umum dan gratis. Panitia tetap merekomendasikan batasan umur untuk anak-anak yang akan menonton, yakni minimal 4 tahun untuk layar tancap dan 6 tahun untuk teater.

Tahun ini KidsFfest kedatangan tamu khusus dari Jerman, Bettina Braun, seorang pembuat film dokumenter. Dia akan memimpin workshop selama tiga hari mengenai film dokumenter pendek untuk para produsen film anak-anak di televisi, pembuat film, penata kamera, dan penyunting. Workshop ini hanya untuk undangan dan dilakukan bekerja sama dengan Pekan Film Duisburg, Cinekid, Erasmus Huis, dan Kalyana Shira Films.

KidsFfest tahun ini merupakan festival film yang keempat. Kalyana memulai kegiatan ini pada 2009 lalu. Sejak itu secara berturut-turut acara tersebut dilaksanakan rutin dan menuai kesuksesan.

DIAN YULIASTUTI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X