Naskah Soal Unas SMP di Tulungagung Kacau
Seorang pelajar SMP melintasi papan yang bertuliskan "Harap Senang, Ada Ujian" saat memasuki sekolah sebelum mengikuti Ujian Nasional (UN) di SMP N 1, Kudus, Jateng, Selasa (24/4). ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
TEMPO.CO, Tulungagung - Hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis, 26 April 2012, ditemukan naskah soal dengan nomor urut yang tidak lengkap.
Naskah ujian tersebut adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) paket soal C-61. Pada lembaran naskah terdapat 40 soal, tapi hanya 39 soal yang bernomor. Naskah soal yang nomor urutnya kacau tersebut ditemukan di SMP Negeri I Ngantru, Tulungagung.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Pertama Dinas Pendidikan Tulungagung, Mariaji, ketika dimintai konfirmasi mengatakan naskah soal ujian semacam itu sangat merugikan siswa. "Satu soal yang tidak bernomor itu tidak akan terbaca sistem komputer," katanya, Kamis, 26 April 2012.
Namun Dinas Pendidikan Tulungagung tidak bisa menentukan solusi atas persoalan tersebut. Ihwal naskah soal yang nomor urutnya tidak lengkap itu diserahkan sepenuhnya kepada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sebab Mariaji menduga naskah soal ujian nasional semacam itu juga terjadi di daerah lain meski jumlahnya tidak terlalu banyak.
Persoalan yang sama terjadi di SMP Negeri 1 Kediri. Peserta ujian yang menerima soal Paket C juga mendapati satu soal tak bernomor. Soal tersebut berada di antara nomor soal 29 dan 30. Namun ketika dihitung secara keseluruhan jumlah soalnya tetap 40.
Menghadapi naskah soal seperti itu, tim pengawas ujian membuat kebijakan sendiri. Siswa dilarang mengisi soal tersebut dan hanya menyelesaikan 39 soal lainnya. "Kita dilarang ngisi (mengerjakan soal tersebut)," ujar salah satu siswa di SMP Negeri 1 Kediri.
HARI TRI WASONO














