Apple dan Kepastian The Fed Pacu Wall Street
Verizon iPhone 4G. AP/Apple Inc.
TEMPO.CO, New York - Lonjakan saham Apple Inc dan kepastian The Fed akan melakukan tindakan yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kembali memicu penguatan bursa Wall Street semalam.
Saham perusahaan pembuat iPhone dan iPad melonjak 8,9 persen menjadi US$ 610 setelah melaporkan labanya berhasil melampui perkiraan analis sehingga memicu kenaikan saham disemua sektor. Laba emiten yang mempunyai kapitalisasi pasar terbesar di bursa Amerika Serikat (AS) ini berhasil menunjukkan keuntungan kwartalannya hampir dua kali lipat. Indeks sektor teknologi S&P 500 langsung melonjak 3,2 persen.
Ketua The Federal Reserve, Ben Bernanke, juga memacu kenaikan indeks saham di bursa New York setelah dia mengatakan bahwa bank sentral AS tidak akan ragu untuk melakukan pembelian obligasi lanjutan guna mendorong turunnya biaya pinjaman jika perekonomian memutuhkan.
Dalam perdagangan Rabu waktu setempat, indeks saham utama Dow Jones industri ditutup naik 89 poin (0,69 persen) ke level 13.090,72. Indeks saham teknologi Nasdaq juga melonjak 68,03 persen (2,3 persen) ke posisi 3.029,63, serta indeks S&P 500 juga menguat 18,72 poin (1,36 persen) ke level 1.390,69.
Saham Apple menyumbang 5,05 poin (27 persen) kenaikan indeks S&P 500 sebesar 18,72 poin dihari Rabu. Apple berhasil mencatat kenaikan harian terbesarnya dalam tiga tahun terakhir setelah berhasil menguat 8,9 persen menjadi US$ 610, sehingga kapitalisasinya menjadi US$ 46,3 miliar. Bahkan saham Apple sempat ditransaksikan hingga ke level tertingginya di US$ 618.
Apple berhasil mencatat pertumbuhan 6,9 persen di triwulan pertama tahun ini, danik dari perkiraan sebelumnya 4,69 persen, menurut data Thomson Reuters. Saham Apple sempat mengalami tekanan jual karena investor khawatir bahwa pendapatannya akan mengecewakan. “Sehingga berita positif ini memberikan kegembiraan bagi investor,” ujar Giri Cherukuri, kepala perdagangan dari Oakbrook Investment LLC di Lisle, Illionis.
Sebelumnya orang – orang khawatir bahwa penjualan iPhone akan melambat, demikian pula halnya dengan penjualan iPad. “Sepertinya mereka tidak melihat pertumbuhan penjualan iPhone diseluruh dunia dengan benar,” paparnya.
Dari 200 emiten S&P 500 yang telah melaporkan keuangannya, tiga perempanya berhasil melampaui perkiraan analis menurut data Thomson Reuters.
Saham Boeing Co berhasil juga berhasil melonjak 5,3 persen menjadi US$ 77,08 setelah laba kwartal pertama tahun ini leih tinggi dari perkiraan didorong oleh meningkatnya penjualan pesawat komersial serta tumbuhnya perkiraan pendapatan hingga akhir tahun.
REUTERS / VIVA B. KUSNANDAR
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Angelina Jolie Tanpa Bra Versi Pelukis Swedia
- Duel Kunci Borussia Dortmund Vs Bayern Muenchen
- Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin
- FOTO: Ditabrak Burung, Pesawat Mendarat Darurat
- Pertumbuhan Sel Otak Hapus Memori Masa Batita
- Dortmund Vs Bayern: Final Komplet Buat Klopp
- Ahok: KJS Baru Jalan Sudah 'Diributin'
Berita Utama Bisnis
- Sistem Jaringan Bandara Soetta Alami Gangguan
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan














