Saham dan Rupiah Sama-sama Menghijau
Dengan mengendong cucunya salah satu warga Jakarta melihat hasil perdagangan saham di papan bursa, di plaza Bank Mandiri, Jakarta, selasa (27/3). TEMPO/Dasril Roszandi
TEMPO.CO, Jakarta--Sebagian besar pasar saham di Amerika dan Asia mencatat kinerja positif pada perdagangan Kamis 26 April 2012. Sebaliknya, sebagian besar Eropa justru memerah. Bursa Efek Indonesia mengikuti trend di Asia. Indeks harga saham gabungan Bursa Indonesia pada perdagangan Kamis tumbuh 0,4 persen menjadi 4.180 poin. Dibandingkan dengan posisi sebulan lalu, indeks tumbuh 1,43 persen dan disandingkan dengan setahun lalu menguat 9,38 persen.
Kenaikan indeks di Bursa Indonesia didorong oleh saham-saham unggulan seperti Bank Mandiri, Bank BNI, dan Semen Gresik. Ketiga saham ini masing-masing tumbuh 4,3 persen, 3,9 persen, dan 3,4 persen. Pada akhir perdagangan Kamis, harga saham Mandiri, BNI, dan Gresik masing-masing menjadi Rp 7.300 per lembar saham, Rp 4.050, dan Rp 12.350.
Berkebalikan dengan tiga saham tersebut, tiga saham yang lain turun drastis. Bank Mayapada anjlok 19,4 persen menjadi Rp 2.175, PT Dian Swastatika Sentosa terpuruk 12,2 persen menjadi Rp 12.200, dan Hero Supermarket turun 10,2 persen menjadi Rp 3.950. Secara sektoral, keuangan dan industri dasar menjadi pelopor kenaikan harga. Sektor keuangan tumbuh 1,26 persen, dan industri dasar naik 1,18 persen.
Pasar juga sangat bergairah. Transaksi perdagangan mencapai Rp 6,2 triliun, naik dari hari sebelumnya yang hanya Rp 5 triliun. Yang menarik, setelah tiga hari berturut-turut mencatat net foreign outflow, pada perdagangan Kamis terjadi net inflow senilai Rp 516 miliar. Transaksi terbesar dicatat Macquarie Capital Securities yang menguasai pangsa 7,1 persen senilai Rp 876 miliar, diikuti Kim Eng Securities (6,9 persen, Rp 851 miliar).
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah berjangka 10 tahun turun tipis 1,5 basis poin menjadi 5,9 persen. Dibandingkan bulan lalu, imbal hasil turun 3 basis poin, dan turun 12 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, kurva imbal hasil (yield curve) cenderung stagnan.
Rupiah juga menguat pada akhir perdagangan Kamis. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika berada pada posisi Rp 9.198 atau naik 0,05 persen.
M. TAUFIQUROHMAN
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings
- Merek Asli Indonesia Bakal Bangkit Lagi
- Harga Properti Kelas Menengah Melambung














