Mantan Bos Mata-mata Israel Buka-bukaan Soal Iran
Reaktor nuklir di Natanz, Iran.
Topik
TEMPO.CO , Tel Aviv - Jangan bicara akan menyerang Iran, kata Yuval Diskin, mantan pimpinan agen mata-mata Israel, Shin Bet. "Memenangkan perang regional saja belum tentu mampu."
Diskin, yang pensiun tahun lalu, menyatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak tak cocok untuk memimpin Israel. Ia juga menyebut kedua pimpinan itu "menyesatkan rakyat soal Iran".
Ia menyatakan, dari awal ia tak yakin akan keberanian Netanyahu dan Barak untuk berperang dengan Iran. Namun, dari awal selalu didengung-dengungkan, negeri itu akan menyerang Iran jika tetap melanjutkan program nuklirnya. "Keduanya tidak cocok untuk memegang kemudi kekuasaan," ujar Diskin.
Ia menyebut dalam tataran pribadi, tak yakin keduanya bukan orang yang pas untuk memimpin Israel. "Saya tidak percaya baik perdana menteri atau menteri pertahanan. Saya tidak percaya pada kepemimpinan yang membuat keputusan berdasarkan perasaan mesianik," katanya.
Ia menyebut omongan keduanya kerap menyesatkan. "Mereka memberitahu masyarakat bahwa jika Israel bertindak, Iran tidak akan memiliki bom nuklir. Ini adalah menyesatkan. Sebenarnya, banyak ahli mengatakan bahwa serangan Israel akan mempercepat Iran mematangkan program nuklirnya."
TRIP B | GUARDIAN
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Layani KJS, RS Port Medical Rugi 20 Persen
- Kejaksaan Tetap Akan Eksekusi Bupati Aru
- Jusuf Kalla Kembali Terpilih Jadi Ketua CAPDI
- FOTO: Jelang Waisak, Samanera Cuci Patung Budha Tidur
- Gadis Pemotong 'Burung' Dijerat Pasal Penganiayaan
- Pria Ini Bergulat dengan Pithon Sepanjang 5,4 M
- Kementerian Kehutanan Gandeng TNI untuk Merehabilitasi Hutan
Berita Utama Dunia
- 10 WNI Selamat dari Amukan Tornado di Oklahoma
- Tornado Oklahoma Baru 'Pemanasan' Saja
- Tornado di Oklahoma Mirip Film 'Twister'
- Tornado Hancurkan Oklahoma, 80 Kuda Tersedot
- Benny Wenda: Jakarta Tak Buka Dialog Soal Papua
- Bom Mobil Meledak di Irak, Sedikitnya 31 Tewas
- Musharraf Diminta Bayar Jaminan Rp 195 juta













