Aktivis Cina Tunanetra Larikan Diri dari Tahanan
Chen Guangcheng (kiri)
TEMPO.CO, Beijing - Seorang aktivis hukum yang tunanetra lari dari rumah tempatnya ditahan, di sebuah desa di pelosok Cina dan berhasil sampai ke sebuah lokasi rahasia di Beijing. Kini polisi masih sibuk mengendus keberadaannya di seluruh negeri.
Sebuah sumber menyatakan Chen Guangcheng, nama aktivis itu, berada dalam perlindungan di Kedutaan Besar Amerika Serikat. Namun sumber-sumber kedutaan tidak bersedia memberikan konfirmasi.
Chen menyelinap pergi dari rumahnya yang dijaga ketat pada Minggu malam. Ia kemudian dilarikan oleh aktivis dan diserahkan kepada orang lain yang membawanya ke Beijing.
Chen sebelumnya sempat merekam pidato yang ia sampaikan pada Perdana Menteri Wen Jiabao. Ia mengutuk perlakuan tak manusiawi terhadapnya dan keluarganya. Para aktivis mengirim video untuk situs berita Cina di luar negeri, Boxun.com, yang kemudian mem-posting-nya ke YouTube.
Aktivis Hu Jia bertemu dengan Chen setelah melarikan diri, kemudian orang yang terakhir bersamanya meneleponnya. "Mereka berkata, 'Dia di tempat yang aman 100 persen'," kata Hu. Menurut Hu, satu-satunya tempat paling aman di Cina adalah Kedutaan Amerika Serikat.
TRIP B | AP
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Berita Utama Dunia
- Ditaruh di Ban, Penyelundupan Kaki Beruang Gagal
- Hassan Rouhani Akan Bawa Iran Lebih 'Bersahabat'
- Warga AS-Kuba Bakal Bisa Saling Berkirim Surat
- Ternyata NSA Juga Mata-matai Dmitry Medvedev
- Anwar Ibrahim Pastikan Gelar Demo Besar
- Kunjungi Afrika, Obama Berbekal 3 Truk Kaca Khusus
- Hasil Sementara Pemilu Iran, Kubu Moderat Menang



