KPK Isyaratkan Koster Tersangka Baru

KPK Isyaratkan Koster Tersangka Baru

I Wayan Koster saat menjadi saksi kasus korupsi Wisma Atlet dengan terdakwa M. Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, (15/2). TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mengisyaratkan bahwa politikus PDI Perjuangan, Wayan Koster, adalah tersangka kasus Wisma Atlet berikutnya setelah ditahannya politikus Partai Demokrat, Angelina Patricia Pingkan Sondakh.

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas tak membantah ketika ditanya soal rencana penetapan Koster sebagai tersangka. "Jadi, nama-nama itu (Koster), tunggu saja," katanya kepada Tempo melalui pesan pendek Sabtu 28 April 2012 kemarin.

Menurut dia, sejumlah nama yang disebut menerima uang fee proyek Wisma Atlet di pengadilan bakal diusut. "KPK secara bertahap menentukan siapa saja sebagai tersangka," ujar mantan Ketua KPK ini. Pendapat senada disampaikan oleh Ketua KPK Abraham Samad. Dia meminta dukungan dari publik untuk menjerat pelaku lainnya. "Kami tak akan mengecewakan publik," ujar Abraham.

Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., mengatakan penyidik akan mengorek peran Koster dari Angie--nama panggilan Angelina. "Secepatnya kami dalami peran Koster," ujarnya. "Akan kami usut juga kalau muncul nama-nama baru (dalam keterangan Angie)."

Koster dicegah ke luar negeri sejak 3 Februari 2012, bersamaan dengan pencegahan dan penetapan Angie sebagai tersangka. Anggota Komisi Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat ini juga pernah diperiksa oleh KPK sebagai saksi. Tapi Angie baru diperiksa sebagai tersangka pada Jumat lalu. Koster tak bisa dihubungi. Telepon selulernya tak aktif. Tapi ia pernah membantah terlibat. "Saya tak pernah mengetahui dan tak pernah menerimanya (suap Rp 5 miliar)," katanya dalam sidang Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 15 Februari lalu.

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah tak mau mengomentari dugaan keterlibatan Koster. "Biarkan ada keputusan resmi dari KPK lebih dulu," ujarnya Sabtu 28 April 2012. Pengacara Angie, Teuku Nasrullah, juga tak bisa memastikan apakah kliennya mau membantu KPK mengungkap pelaku lainnya. "Terlalu cepat untuk menjawab hal itu," katanya kemarin.

Sejumlah saksi perkara Wisma Atlet menyatakan Koster dan Angie menerima Rp 5 miliar dari Grup Permai pada 5 Mei 2010 sebagai upah memuluskan pembahasan anggaran proyek itu di Badan Anggaran DPR. Proyek senilai Rp 191 miliar itu digarap oleh PT Duta Graha Indah atas bantuan mantan Bendahara Umum Demokrat Nazaruddin, yang juga pemilik Permai.

Menurut Direktur Advokasi Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Oce Madril, Angie disangka melakukan korupsi secara kolaborasi, sehingga ia bakal menyeret banyak orang. "Bukan hanya orang, kasus yang terungkap juga bisa semakin luas," kata Oce.

Jaksa KPK membeberkan, total ada sogokan Rp 16,7 miliar dari Permai kepada anggota DPR serta pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga selama pembahasan anggaran. Nazar baru menerima imbalan Rp 4,6 miliar dari Duta Graha pada Februari 2011, tapi kasus ini keburu terungkap. Ia divonis 4 tahun 10 bulan penjara pada pekan lalu, namun jaksa mengajukan banding. Angie ditahan oleh KPK sejak Jumat lalu setelah diperiksa selama tujuh jam dalam kasus Wisma Atlet dan proyek di Kementerian Pendidikan Nasional.

Rusman P | Tri S | Rafika A | Syailendra P | MARIA Y | Jobpie S


Berita Terkait:

Menteri Nuh Persilahkan KPK Bongkar Kasus Angie
Warung Kopi Manado 'Wajib' Tayangkan Berita Angie
Pukat Desak Demokrat Copot Angie
Super Junior Bilang 'Hatur Nuhun'
Twiboy pun Ingin Ikut Audisi Cherry Belle

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X