Apa Perbedaan Nazar dan Angie di Mata Demokrat

Apa Perbedaan Nazar dan Angie di Mata Demokrat

M. Bazaruddin (kiri) dan Angelina Sondakh. TEMPO

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Muhammad Nazaruddin, Rufinus Hutauruk, menyatakan Partai Demokrat memberi perlakuan berbeda antara kliennya dan Angelina Patricia Pingkan Sondakh. Ia menilai Demokrat melindungi Angelina, yang sejak Jumat 27 April 2012 lalu ditahan sebagai tersangka kasus suap proyek Wisma Atlet.

"Demokrat sepertinya takut Angie membuka semua yang ia ketahui terkait kasus yang menyinggung partai," kata Rufinus, Sabtu 28 April 2012 kemarin, di aula gedung Gereja Paroki Johanes, Blok B, Jakarta.

Rufinus mencatat ada dua perbedaan mencolok antara perlakuan Demokrat terhadap Nazar dan terhadap Angie--demikian Angelina biasa disapa. Pertama, Nazar dicopot dari kepengurusan dan anggota partai tak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Wisma Atlet oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Pencopotan itu disusul recalling dari Dewan Perwakilan Rakyat. Nazar juga tak diberi pengacara oleh partai. Sedangkan Angie tak dicopot meski menjadi tersangka. Demokrat juga menawarkan bantuan pengacara.

Rufinus menduga, Demokrat bertindak tegas terhadap kliennya lantaran, ketika dalam pelarian, Nazar mengungkap keterlibatan petinggi Demokrat. Sedangkan Angie belum apa-apa sudah diminta diam. Angie juga dibiarkan masih berstatus anggota DPR dan menerima gaji dari DPR. "Mungkin biar Angie tak ngomong macam-macam."

Ketua Demokrat Sutan Bhatoegana dan Sekretaris Divisi Komunikasi Publik Demokrat Hinca Pandjaitan menampik tudingan Rufinus. "Kami hanya menjalankan fungsi kepartaian," ucap Sutan kemarin. Sutan mengakui ada perbedaan di antara keduanya. "Nazar dulu pakai acara buron, sedangkan Angie kami anggap kooperatif."

Nazar diberhentikan dari jabatan bendahara umum dan dari keanggotaan DPR setelah lari ke luar negeri pada 23 Mei 2011. Nazar dicokok pada medio Agustus 2011 di Cartagena, Kolombia. Selama dalam pelarian, ia mengobral informasi dugaan keterlibatan Angie, Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, politikus Demokrat Mirwan Amir, serta politikus PDI Perjuangan Wayan Koster. Nazar divonis 4 tahun 10 bulan penjara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi karena menerima suap Rp 4,3 miliar, tapi jaksa mengajukan banding.

Berbeda dengan Nazar, ujar Sutan, di mata Demokrat, Angie dianggap tak banyak berulah. Bahkan ia memastikan status kader dan anggota DPR tak akan dicabut sebelum Angie dijatuhi vonis yang bersifat tetap. Angie hanya dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat setelah ditetapkan sebagai tersangka sejak 3 Februari lalu. Tapi ia masih aktif sebagai anggota Komisi Olahraga DPR. Ia diduga menerima suap dalam pembahasan anggaran proyek Wisma Atlet dan proyek di Kementerian Pendidikan Nasional. Baru pada Jumat 27 April 2012 lalu ia diperiksa sebagai tersangka, lalu ditahan di sel KPK.

Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mendesak Demokrat menarik Angie dari DPR. Menurut dia, publik akan mempersoalkan mengapa tahanan KPK masih berstatus wakil rakyat. "Ini demi rasa keadilan di masyarakat," kata Direktur Advokasi Oce Madril. Apalagi, Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sudah berjanji mencopot kader yang bermasalah.

SYAILENDRA | JOBPIE S


Berita Terkait:

Malam Pertama Angelina Sondakh di Rutan KPK
KPK Isyaratkan Koster Tersangka Baru
Polisi: Pelat Nomor Mobil Anas Palsu
Menteri Nuh Persilahkan KPK Bongkar Kasus Angie
Angelina Sondakh Makan Nasi Kotak di Tahanan
Angie Ditahan, Apa Tanggapan Reza Soal Anaknya?

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Segala macam alasan diucapkan untuk pembelaan, wajar...
Wajib Baca!
X