2 Ribu Orang Berlakon dalam Film Garin

2 Ribu Orang Berlakon dalam Film Garin

Garin Nugroho. [TEMPO/Arif Fadillah]

Topik

TEMPO.CO, Jakarta - Sutradara Garin Nugroho kembali datang ke layar lebar dengan film terbarunya, Soegija. Film yang bercerita tentang uskup pribumi pertama di Indonesia yang juga pahlawan nasional, Mgr. Albertus Soegijapranata. Untuk menggarapnya, Garin membutuhkan liburan pemain untuk berlakon.

"Ada 2.275 pemain yang bermain dalam Soegija," kata Garin dalam diskusi film Soegija, Kamis 26 April 2012.

Bukan hanya jumlah pemainnya saja berlimpah. Garin juga banyak menggunakan pelakon baru yang tidak memiliki latar belakang sinematografi. Hanya Olga Lydia dan Butet Kertarajasa pemain yang memiliki modal akting.

"Pemeran utamanya sastrawan Nirwanto Dewanto yang memiliki kemiripan fisik dengan Soegija," kata Garin.

Menurut sang produser, Djaduk Ferianto, Soegija merupakan film pertobatan Garin. Sebab film ini bisa dinikmati banyak kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa. "Kali ini film Garin lebih ringan dan bagus untuk hiburan," kata Jaduk.

Soegija bercerita tentang uskup pribumi pertama di Indonesia yang juga pahlawan nasional, Mgr. Albertus Soegijapranata. Film itu menceritakan peran Soegija ketika Perang Pasifik 1940-1949, yang tidak hanya penting bagi umat Katolik, melainkan untuk Indonesia.

Sebab Soegija kerap menulis artikel untuk media luar negeri demi melawan penjajah. Silent diplomacy, nama perjuangan itu. Soegija juga memindahkan Keuskupan Semarang ke Yogyakarta sebagai bentuk solidaritas atas kepindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta.

"Film ini merupakan tafsir sejarah yang dipopulerkan sesuai dengan era saat ini," kata Garin.

CORNILA DESYANA

Berita Terkait:

5 Siswi Pingsan Setelah Masuk Rumah Hantu
Syarat Utama Audisi Cherry Belle
Cherry Belle Terharu Perjuangan Peserta Audisi
Super Junior Bilang 'Hatur Nuhun'
Twiboy pun Ingin Ikut Audisi Cherry Belle

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X