Hollande Serukan Investigasi atas Sarkozy  

Hollande Serukan Investigasi atas Sarkozy  

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy berbicara pada konferensi pers di Dewan Eropa di Brussels, Belgia setelah pertemuan para pemimpin Uni Eropa, Senin (30/1). REUTERS/Philippe Wojazer

TEMPO.CO , Paris - Calon presiden Francois Hollande menyerukan penyelidikan kriminal atas Presiden Nicolas Sarkozy. Laporan media Sabtu menuduh Sarkozy menerima 50 juta euro (US$ 66,3 juta) untuk kampanye pemilihan presiden tahun 2007 dari pemimpin Libya (saat itu) Muammar Gadhafi.

Mediapart, sebuah majalah online Prancis, mengklaim dalam laporannya memiliki dokumen pemerintah Gadhafi, memerinci kesepakatan untuk mendanai kampanye. Dokumen bertanggal 10 Desember 2006 itu menyatakan bahwa kepala intelijen Libya, Moussa Koussa, berwenang maeakukan pembayaran rahasia untuk Sarkozy melalui perantara.

Sarkozy membantah tuduhan itu sebagai "mengerikan."

Selama wawancara televisi yang disiarkan TF1 bulan lalu, Sarkozy membahas tuduhan yang telah muncul secara berkala setidaknya sejak tahun lalu: "Jika (Gadhafi) telah didanai (kampanye), terus terang, saya tidak akan sangat berterima kasih," katanya.

Prancis mendukung intervensi NATO 2011 di Libya yang membantu menggulingkan pemimpin itu. Gadhafi digulingkan, kemudian terluka parah dalam baku tembak yang pecah setelah penangkapannya pada 20 Oktober. Putranya, Saif al-Islam Gadhafi, ditangkap oleh otoritas baru Libya dan sedang menunggu sidang.

Selama wawancara televisi dengan Euronews pada Maret 2011, setelah Prancis mengakui Dewan Transisi Nasional sebagai otoritas yang sah di Libya, putra Gadhafi mengklaim Libya berkontribusi pada kampanye Sarkozy. "Hal pertama yang kami inginkan, badut ini memberikan uang itu kembali ke rakyat Libya," kata Saif al-Islam Gadhafi.

Putra pemimpin Libya yang digulingkan itu kemudian mengklaim Libya memiliki semua pemerincian perbankan terkait dengan hal ini. Meski berjanji membuat transaksi publik, rezim Gadhafi, sebelum dan setelah keruntuhannya, tidak pernah merilis bukti itu.

"Ketika seseorang mengutip Gadhafi, yang sudah mati, atau anaknya, yang berdiri di pengadilan, kredibilitas adalah nol," Kata Sarkozy dalam wawancara TF1.

Tapi kampanye Hollande menyerukan pentingnya presiden mendatang yang bersih. "Buktikan di pengadilan untuk mengungkapkan kebenaran, atau sediakan bukti bahwa ini adalah tuduhan palsu," kata juru bicara Hollande, Delphine Batho.

Hollande dan Sarkozy berhadap-hadapan dalam pemilihan presiden pada 6 Mei. Jika terpilih, Hollande akan menjadi presiden sayap kiri pertama sejak Presiden Francois Mitterrand lengser pada 1995.

TRIP B | CNN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X