Macet di Tol Cijago Kian Parah

Macet di Tol Cijago Kian Parah

Sejumlah mobil melaju di jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi I di gerbang tol Cisalak 2, Depok. ANTARA/Andika Wahy

TEMPO.CO, Jakarta - Pengguna jalan Tol Cinere - Jagorawi (Cijago) tahap I yang keluar di Cisalak, Depok harus bersabar. Kemacetan panjang masih terjadi setelah pintu keluar Tol Cisalak 2.


Pantauan Tempo, sekitar pukul 20.00 WIB Hari Sabtu, 5 Mei 2012, kemacetan mulai drasakan setelah memasuki jalan tol Jagorawi dari Bogor menuju Depok. Begitu memasuki Jalan tol Cijago, antrian mobil terjadi dan rata-rata menghabiskan waktu 1,5 jam sebelum keluar tol Cijago.

Kemacetan semakin parah disebabkan setelah pintu keluar tol, terdapat lampu merah. Sebenarnya jarak antara pintu keluar tol Cisalak 2 ke traffic light hanya sekitar 800 meter. Namun karena kemacetan parah, maka jarak tempuh bisa mencapai 15-20 menit.


Lampu merah di traffic light juga terpantau nyala sebentar. Para pengemudi hanya bisa melaju di bawah 5 km/jam. " Service toll Cijago tidak memperhitungkan keluarnya mobil" kata Agus Nurhadi, warga Depok. " Macet disebabkan lampu merah yang sangat singkat "

Selain itu, juga tidak ada koordinasi antara masuk arus mobil yg sangat padat dengan petugas polisi yg mengatur lampu merah. Kondisi kemacetan malam ini kian parah karena ada lobang di ujung keluar tol, sudah empat hari ini belum diperbaiki. Konstruksi jalan tidak melengkung tetapi patah.

Sejak resmi dibuka 27 Januari lalu, keluhan pengguna soal kemacetan parah di ujung pintu tol datang bertubi-tubi. Ekor kemacetan terpantau di depan RS Sentra Medika Cimanggis Depok hingga ke traffic light Juanda, Depok. Ekor kemacetan juga terpantau di jalan Raya Bogor arah Bogor tepatnya di depan kantor PLN Cisalak hingga traffic light menuju pintu masuk Tol Cisalak 2.

Beberapa petugas kepolisian terlihat mengatur lalu lintas tetap tak menyelesaikan masalah.

WDA | AZ

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X