Ratusan Warga Pamekasan Tangkap Wartawan Pemeras
Ilustrasi: TEMPO/Machfoed Gembong
Topik
TEMPO.CO, Pamekasan - Ratusan warga Desa Bettet, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menangkap dua oknum wartawan, Amar dan Turmidzi, karena memeras anggota Kelompok Tani Sumber Murni I. "Keduanya meminta uang iklan Rp 17 juta. Kalau tidak diberi petani diancam dilaporkan ke Dinas Pertanian," kata Kepala Desa Bettet, Amiruddin kepala Tempo, Senin, 7 Mei 2012.
Menurut Amirudin, Amar dan Turmidzi, mengaku dari media Suara Kota. Modus pemerasan dilakukan dengan cara menakut-nakuti kelompok tani tersebut yang memperoleh bantuan dana perbaikan irigasi dari Dinas Pertanian.
Keduanya, kata Amir, berpura-pura melihat realisasi perbaikan irigasi di Desa Bettet. Kemudian mereka menakut-nakuti kelompok tani bahwa banyak ketidaksesuaian dalam perbaikan irigasi. "Mereka minta iklan Rp 17 juta, tapi petani hanya mampu beri Rp 3 juta," ujar Amirudin.
Amirudin menjelaskan bahwa warganya akhirnya sadar telah menjadi korban pemerasan. Ratusan warga sepakat menangkap keduanya dan menyerahkannya kepada polisi agar diproses secara hukum. "Saat dikejar keduanya sempat kabur pakai mobil, tapi bisa kami tangkap," tuturnya.
Salah seorang anggota kelompok tani, Supardi, mengatakan tindakan tegas waega Desa Bettet tersebut harus menjadi pelajaran bagi siapa saja, termasuk wartawan, agar tidak melakukan pemerasan. "Saat melakukan aksi pemerasan kemarin, mereka bertiga, dua wartawan, satu orang mengaku anggota LSM. Tapi saat ditangkap tadi hanya berdua," ucapnya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pamekasan, Ajun Komisaris Nur Amin, mengatakan sudah memulangkan kedua wartawan yang ditangkap warga. Alasannya, laporan dugaan pemerasan baru resmi diterima hari ini. "Kami akan kembangkan dulu kasusnya. Kalau dibutuhkan mereka kami panggil lagi," katanya.
MUSTHOFA BISRI
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Editor's Choice
- Kabut Asap di Singapura Diprediksi Bertahan Lama
- DPR Khawatir Pemerintah Ragu Naikkan Harga BBM
- Ada Pekik 'Kopassus' di Luar Pengadilan
- Joki SBMPTN Yogya Berkeliaran Secara Terbuka
- Singapura: Kabut Indonesia Terparah Sepanjang Masa
- Label Merah untuk Makanan Tidak Sehat
- Jokowi Diminta Selalu Ajak Staf Blusukan


