Paspor Pertama Suu Kyi Setelah 24 Tahun
Aung San Suu Kyi. AP
Topik
TEMPO.CO , Yangon: Pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, akhirnya memperoleh paspor kembali setelah 24 tahun. Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian pada 1991 itu akan bertolak ke Oslo, Norwegia, bulan depan untuk menerima penghargaan tersebut. “Dia dapat pergi ke luar negeri dengan aman,” kata seorang pejabat Myanmar, Selasa lalu.
Selain Norwegia, Suu Kyi akan mengunjungi Inggris, tempat ia pernah bermukim dengan suaminya, Michael Aris (almarhum), beserta kedua anak lelakinya. Saat suaminya wafat pada 1999 di Oxford, Suu Kyi dilarang terbang ke Inggris karena berada dalam tahanan rumah. “Ia akan mengunjungi kedua anaknya,” ujar Nyan Win, juru bicara Suu Kyi.
Suu Kyi kembali mengurus paspornya beberapa saat setelah ia terpilih sebagai anggota parlemen.
Senator Amerika John McCain berharap Suu Kyi segera berkunjung ke Amerika untuk menerima Medali Emas Kongresional, penghargaan tertinggi bagi warga sipil Amerika. Penghargaan tersebut diberikan parlemen Amerika pada 2008. “Kami berharap menyambut beliau di gedung Kongres,” ucap McCain.
Pemerintah Amerika bulan lalu mengakhiri sanksi terhadap Myanmar, agar reformasi positif yang ditunjukkan rezim Presiden Thein Sein berjalan lancar. Namun McCain meminta pemerintah untuk melonggarkan sanksi terlebih dulu sebelum menghentikan sama sekali. Sebab, kekerasan terhadap etnis minoritas dan beberapa isu lain masih berlangsung di Myanmar.
CHANNEL NEWS ASIA | ASIAONE | SITA PLANASARI AQUADINI
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Dunia
- Kisah Tahanan Lolos dari Penjara Kejam Korea Utara
- Teroris Barbar Beraksi di Inggris
- Iran Melarang Perempuan Jadi Presiden
- Pemilu Iran, Rafsanjani dan Mashaei Dilarang Ikut
- Pemenang Lotere Rp 5,7 Triliun Masih Misterius
- Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan
- Hukuman Rios Montt Dimentahkan Pengadilan Tinggi













