Gus Ipul Mengepel Lantai Stasiun Kereta Api

Gus Ipul Mengepel Lantai Stasiun Kereta Api

Syaefullah Yusuf. TEMPO/Wisnnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Malang - Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, Jumat, 11 Mei 2012, mengepel lantai Stasiun Kereta Api Kota Baru, Kota Malang. Tampak pula sejumlah pejabat, seperti Wali Kota Malang, Peni Suparto; Kepala Kepolisian Resot Malang Kota, Ajun Komisaris Besar Teddy Minahasa; dan Komandan Komandi Distrik Militer (Kodim) Malang, Letnan Kolonel Gunawan Wijaya.

Aksi pel lantai tersebut dilakukan bersamaan dengan acara Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB) yang dilangsungkan di Kota Malang.

Berbagai kegiatan diselenggarakan pada acara yang diikuti ribuan orang tersebut. Acara yang dilangsungkan di sejumlah lokasi tersebut juga melibatkan pelajar, mahasiswa, pegawai negeri, pegawai swasta, pemuda, serta aparat kepolisian dan TNI.

Mereka secara bergotong royong membersihkan terminal, rumah sakit, lingkungan sekolah, bantaran sungai dan sejumlah ruang terbuka publik. "Gerakan bersih-bersih jangan hanya menjadi kegiatan seremonial," kata Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan bahwa kegiatan gotong royong yang diwariskan oleh nenek moyang kita harus dilestarikan. Seluruh lapisan masyarakat sejak dahulu sudah terbiasa bergotong royong menjaga kebersihan. Dengan demikian kebersihan harus menjadi budaya dan dimulai sejak usia dini. ”Gotong royong saat ini masih lestari di daerah di pedesaan,” ujar Gus Ipul.

Tak hanya melakukan gerakan bersih-bersih, mereka juga menanam aneka jenis pepohonan di ruang publik. Di antaranya di sejumlah ruas jalan utama Kota Malang.

Kapolres Malang Kota, Ajun Komisaris Besar Teddy Minahasa, menjelaskan kegiaran yang sama sebenarnya sudah dilakukan dilakukan secara rutin setiap pekan. Di antaranya kegiatan Jum’at bersih yang sudah dilakukan di sejumlah intitusi pemerintahan dan kepolisian. "Harus ada peraturan daerah yang memberikan sanksi bagi warga yang buang sampah sembarangan," ucapnya.

Acara GNIB juga melibatkan kader lingkungan yang tersebar di seluruh Kelurahan. Mereka aktif berkampanye mengajak masyarakat untuk melakukan kegiatan menyelamatkan lingkungan, termasuk kegiatan kebersihan di kampung masing-masing. "Ratusan gerobak, truk pengkut sampah disiagakan," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, Wasto.

EKO WIDIANTO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X