'Mirror Never Lies' Jawara Festival Film Bandung

'Mirror Never Lies' Jawara Festival Film Bandung

Kamila Andini menerima Piala Citra dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk kategori sutradara terpuji dalam Festival Film Bandung 2012 di Lapang Gasibu, Bandung, Jawa Barat. Sabtu (12/5) malam. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Bandung —Film pertama sutradara muda Kamilia Andini, The Mirror Never Lies, menyabet penghargaan Film Terpuji di ajang Forum Film Bandung ke-25 saat diumumkan di perhelatan puncaknya di Lapangan Gasibu, Bandung, Sabtu, 12 Maret 2012. Film itu mengalahkan Sang Penari, Di Bawah Lindungan Ka’bah, Pengejar Angin, dan Hafalan Shalat Delisa dalam kategori paling bergengsi di festival itu.

Kamilia bersama sejumlah awak film itu, di antaranya pemeran utama Reza Rahadian, maju ke atas panggung menerima piala penghargaan itu. Nominasi pemenang penghargaan puncak Forum Film Bandung itu dibacakan oleh aktor senior Slamet Rahardjo Djarot dan Deddy Mizwar.

Kamilia juga menyabet penghargaan untuk dirinya sendiri sebagai Sutradara Terpuji di ajang itu. Dia menyisihkan Ifa Isfansyah (Sang Penari), Hanny R. Saputra (Di Bawah Lindungan Ka’bah), Hanung Bramantyo (Tanda Tanya), serta Ari Sihasale (Serdadu Kumbang).

“Saya nggak nyangka, ini film pertama saya,” kata Kamilia selepas menerima penghargaan itu.

The Mirror Never Lies merupakan film produksi bersama SET Film, WWF Indonesia, dan Pemerintah Daerah Wakatobi. Lewat film pertamanya itu tahun lalu Kamilia juga memperoleh penghargaan khusus Sutradara Pendatang Baru Terbaik di ajang Festival Film Indonesia.

Dia menuturkan, film itu berkisah tentang kehidupan Suku Bajo dan Laut. Kamilia ingat satu petuah bijak Suku Bajo, yakni, laut sebagai penghubung, sekaligus pemisah.

Dalam ajang Forum Film Bandung, film debutan Kamilia itu mendapat nominasi untuk 10 penghargaan, dari 12 penghargaan untuk kategori film. Film itu bersaing ketat dengan Sang Penari karya Ifa Isfansyah yang juga memperoleh nominasi untuk 10 kategori.

The Mirror Never Lies akhirnya meraih 4 penghargaan. Selain Film Terpuji dan Sutradara Terbaik, film itu juga mendapat anugerah Penata Kamera Terpuji (Ipung Rahmat Syaiful), Penata Artistik Terpuji (Tonny Trimarsanto dan Tomy D. Setyanto), serta Poster Terpuji.

AHMAD FIKRI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X