Relawan: Baling-baling Shukoi di Dasar Jurang

Relawan: Baling-baling Shukoi di Dasar Jurang

Serpihan pesawat Sukhoi yang ditemukan di Gunung Salak, 11 Mei 2012. Foto: dok. Mapala UI

Grafis Terkait

TEMPO.CO, Jakarta- Seorang sukarelawan lokal, Didik Mutaqin, 32 tahun, mengatakan sebagian besar puing-puing pesawat Shukoi yang kondisinya relatif utuh berserakan di dasar lembah. Selain itu, ia juga mengaku melihat sejumlah jenazah yang sudah tidak utuh lagi di sekitar bangkai pesawat.

"Alhamdulillah saya dengan sekitar 30 anggota tim berhasil turun ke dasar jurang tempat pesawat jatuh," ujar Didik kepada Tempo di pintu jalur pendakian Posko Utama Cipelang. Dia baru saja turun dari Gunung Salak pada Sabtu, 12 Mei 2012, pukul 15.45.

Warga Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, itu berangkat bersama tim kedua dari Posko Utama di Balai Embrio Ternak Cipelang pada Jumat, 11 Mei 2012, pukul 06.00.

Pria berperawakan kecil ini bersama seorang warga lainnya, Engkos, 30 tahun, secara sukarela ikut bersama Tim SAR gabungan untuk mencari korban pesawat Sukhoi di Gunung Salak dengan ketinggian 2.086 meter.

"Saya dengan rombongan sampai ke lokasi pesawat sekitar pukul 18.00. Tapi tidak semua anggota tim turun ke dasar lembah," katanya.

Saat itu, Didik bersama sekitar 30 anggota TNI dari Kostrad Cilodong, Paskas TNI AU ,dan Marinir memotong kompas dengan cara menuruni tebing curam sedalam 50 meter. Tanpa peralatan memadai, Didik dan Engkos turun menyusuri jurang dengan cara bergelantungan ke akar pohon.

"Kami memotong jalur yang langsung tembus ke dasar jurang. Saya sampai lokasi sudah gelap dan tercium bau bangkai," ujar Didik.

Saat itu, dengan penerangan seadanya tim SAR melihat puing-puing pesawat Shukoi yang jatuh menabrak tebing Gunung Salak pada Rabu sore, 10 Mei 2012. "Kami bermalam di dekat bangkai pesawat dan jenazah para korban."

Pada Sabtu pagi, Didik menceritakan tim relawan bersama personel TNI mulai melakukan evakuasi jenazah korban Sukhoi. Warga yang biasa memperbaiki saluran air dari Curug Cibadak Gunung Salak ini juga melihat roda, baling-baling, mesin pesawat dan sejumlah jenazah yang kondisinya tak utuh lagi.

"Sebagian puing pesawat amblas dan tertutup tanah. Yang terlihat utuh hanya roda pesawat. Untuk jenazah jumlah pastinya saya tidak tahu," ucap Didik.

ARIHTA U. SURBAKTI

Berita terkait
Roy Suryo Klaim Sebagian Foto Korban Sukhoi Palsu
Pilot : Terbang di Indonesia Seperti Neraka
Neraka di Langit Indonesia: Seluler dan Sex Phone
Chappy: ATC Indonesia Sudah Ketinggalan
Tiga Jenazah Korban Sukhoi dalam Dua Kantong
Investigasi Sukhoi, Antonov Rusia Tiba di Halim
Pangdam Duga Banyak Korban Sukhoi di Dasar Jurang

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X