Bursa Masih Akan Mengalami Tekanan

Bursa Masih Akan Mengalami Tekanan

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Grafis Terkait

TEMPO.CO, Jakarta - Jatuhnya harga minyak mentah di pasar internasional yang diikuti oleh emas dan komoditas lainnya serta wacana larangan ekspor barang tambang dalam bentuk mentah memicu tekanan saham pertambangan. Melemahnya bursa regional akibat kekhawatiran di Eropa membuat indeks lokal terkoreksi empat hari transaksi.

Walhasil, dalam sepekan kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia merosot cukup dalam 102,54 poin (2,4 persen) ke level 4.114,14 dibanding posisi minggu sebelumnya di 4.216,68. IHSG juga telah merosot 109,86 poin (2,6 persen) dari level tertingginya yang pernah dicapai pada 3 Mei lalu di 4.224,003.

Analis dari PT Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono, menjelaskan, berita negatif eksternal masalah ketidakpastian di Eropa serta terungkapnya kerugian yang dialami oleh bank terbesar di Amerika Serikat, JP Morgan Chase & Co, sebesar US$ 2 miliar membebani kenaikan indeks.

Isu keluarnya Yunani dari anggota Uni Eropa karena meningkatnya aksi penolakan terhadap kebijakan pengetatan anggaran dan dana talangan (bailout) serta menangnya calon presiden dari pihak oposisi di Prancis, Francois Hollande, turut menjadi ganjalan penguatan bursa domestik.

“Masalah krisis di Eropa yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat masih akan mempengaruhi indeks minggu ini,” kata Purwoko.

Pekan ini, Purwoko melanjutkan, indeks masih akan mengalami tekanan dan bakal bergerak dalam kisaran 4.030-4.180. Saham-saham yang bisa menjadi pilihan investor antara lain Surya Semesta Intinusa (SSIA), Kawasan Jababeka (KIJA), Adhi Karya (ADHI), serta Japfa Comfeed (JPFA).

Jatuhnya harga minyak ke US$ 96 per barel akibat meningkatnya persediaan minyak AS serta antisipasi turunnya permintaan akibat melambatnya perekonomian global masih akan menjadi tekanan bagi saham tambang. Harga emas yang terus terpuruk hingga ke US$ 1.584 per troy ounce bisa membebani saham komoditas lainnya sehingga indeks akan melanjutkan penurunan.

PDAT | VIVA B. KUSNANDAR

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X