Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai  

Aliansi Intelektual Kutuk Penembakan Paniai  

Ilustrasi. tribune.com.pk

TEMPO.CO , Jayapura : Ketua Aliansi Intelektual Suku Wolani, Moni, dan Mee di Paniai, Papua, Thobias Bogubau, mengutuk insiden penembakan yang menewaskan seorang warga dan melukai tiga lainnya di Distrik Bogobaida, Selasa malam, 15 Mei 2012, sekitar pukul 20.00 WIT.

Nama korban tertembak di antaranya Melianus Abaa, 40 tahun, tertembak di bagian dada, tewas di tempat; Lukas Kegepe, 30, terkena peluru di perut; dan Amas Kegepe, 30, tertembak di kaki. “Kalau yang satunya lagi, belum diketahui, mereka tertembak di tempat pendulangan emas di lokasi 45 dan 99, Degeuwo, Distrik Bogobaida,” kata Thobias, Rabu, 16 Mei 2012.

Ia mengatakan persoalan Paniai tak pernah tuntas. Mulai dari meningkatnya kasus HIV AIDS di daerah pendulangan emas Degeuwo, penembakan yang menewaskan warga, hingga penguasaan lahan oleh perusahaan besar di daerah itu. “Kami minta pemerintah dan DPR Papua membentuk tim khusus untuk turun ke Paniai sekaligus menyelesaikan kasus ini,” ujarnya.

Menurut dia, kasus itu menambah daftar panjang kekerasan aparat keamanan terhadap warga sipil di Paniai. “Saya tokoh suku di daerah itu, kalau saya bilang perang, ya masyarakat akan angkat panah dan perang. Saya besok akan ke sana, saya minta polisi segera menarik pasukannya dari Paniai,” katanya.

Kepala Kepolisian Resor Paniai, Ajun Komisaris Besar Antonius Diance, mengatakan penembakan terjadi sebagai usaha mempertahankan diri dari serangan serta amukan warga. “Anggota kami hanya mempertahankan diri,” ujarnya.

Kronologi insiden penembakan berawal ketika empat warga mengacau di permukiman warga atau di sebuah lokasi permainan biliar. Polisi kemudian diturunkan untuk mengamankan keributan. Namun kedatangan anggota Brimob menambah amarah korban yang langsung menyerang menggunakan alat tajam dan tongkat biliar. “Karena anggota kami diserang, akhirnya diletuskan tembakan,” kata Diance.

Penembakan di Paniai pernah juga terjadi pada 2011 lalu. Komisi Nasional Hak Asasai Manusia di Papua melaporkan delapan warga ditembak saat berada di areal pendulangan emas tradisional di Degeuwo, Paniai, 13 November 2011. Komnas HAM Papua menuding aparat sebagai pelaku.

JERRY OMONA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X