Hari Ini, 9 Kantong Jenazah Korban Sukhoi Dievakuasi
Anggota tim penyelamat mengevakuasi sebuah kantong mayat berisi jenazah korban jatuhnya pesawat Rusia Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, dekat Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/5). REUTERS/Jefri Tarigan
Grafis Terkait
Foto Terkait
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan SAR Nasional Daryatmo mengatakan, sembilan kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 hingga kini masih belum dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. "Masih ada lima kantong jenazah di atas (Posko 3) dan empat di bawah (Posko 1)," kata Daryatmo di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2012.
Sembilan kantong jenazah tadi belum berhasil dibawa ke RS Polri lantaran terganjal cuaca buruk. Daryatmo memperkirakan, besok tim gabungan bisa melanjutkan evakuasi dan membawa kantong jenazah ke rumah sakit untuk diidentifikasi. "Kami menunggu cuaca. Kalau sudah bagus, kami akan mengambil jenazahnya ke atas. Kalau cuaca tidak memungkinkan dan hari semakin malam, maka akan dihentikan dulu," ujarnya.
Daryatmo memastikan operasi SAR belum dihentikan. Evakuasi oleh tim gabungan terus dilakukan, termasuk mencari salah satu bagian black box atau kotak hitam pesawat bernama flight data recorder (FDR). FDR berguna untuk mengetahui ketinggian dan cuaca pesawat sebelum kecelakaan.
Adapun bagian black box lainnya, Cockpit Voice Recorder, sudah ditemukan tim gabungan, kemarin. CVR yang berisi rekaman suara dalam ruang kemudi tersebut saat ini sudah diserahkan ke Komite Nasional Kecelakaan Transportasi untuk diteliti.
ISMA SAVITRI
Berita terkait
Tim Rusia Dilarang Terbangkan Helikopter ke Lokasi
Dua Wartawan Rusia Peliput Sukhoi Dievakuasi
Hari Ini, Ahli DNA Rusia Bantu Identifikasi Korban Sukhoi
Tim SAR Rusia Akui Medan Evakuasi Sukhoi Berat
50 Anggota Tim Rusia Tiba di Posko Evakuasi Sukhoi
Ahli Forensik Rusia Ikut Identifikasi Jenazah
Dua Orang Mekanik Sukhoi ke Pos Evakuasi
Tim Sukhoi Rusia Libatkan Investigator Kriminal
Rusia Datangkan 76 Penyidik Sukhoi
Tim Rusia untuk Investigasi Akan Tinggal Tanpa Batas
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kini Senjata Api Rakitan Bisa Dibuat dari Plastik
- Kasus Potong 'Burung' Tak Hanya di Tangerang
- Kakek 80 Tahun Sukses Taklukkan Everest
- Abah Landoeng, Kakek Relawan Anti-Korupsi
- Inilah Skuad Belanda untuk Hadapi Indonesia
- Kak Seto: Darin Mumtazah Harus Diperlakukan Khusus
- Kasus Blok A, Ahok Tak Gentar Hadapi Djan Faridz














