NetApp Indonesia Resmikan Kantor Baru

NetApp Indonesia Resmikan Kantor Baru

imd.org

TEMPO.CO , Jakarta- NetApp Indonesia meresmikan kantor barunya yang bertempat di gedung Sentral Senayan 2 Jakarta. Didesain dengan konsep informal, NetApp ingin menghadirkan suasana santai di dalam kantornya.

"Kami menginginkan suasana kantor yang menyenangkan," kata Country Manager NetApp Indonesia Filipina, Steven Law, saat memperkenalkan kantor barunya yang berada di lantai 21 Sentral Senayan 2, Jumat, 25 Mei 2012.

Steven mengatakan kantor NetApp Indonesia dirancang fleksibel, meja kerja dan ruangan rapat bisa disulap menjadi layaknya sebuah kafe untuk acara santai. "Ini ruang meeting," kata Steven kepada wartawan di ruangan yang di salah satunya sisi dinding ada deretan botol minuman dan meja jamuan.

Menurut Steven, butuh waktu 30 hari untuk mendesain kantor yang menempati areal sekitar 300 meter persegi ini. Terdapat dua ruangan rapat, ruangan karyawan, ruangan penerima tamu yang lapang, ruang salat dan ruangan khusus untuk melakukan percakapan telepon. "Mungkin ada yang menerima telepon supaya tidak terganggu," kata Steven.

Sebelumnya, NetApp Indonesia menempati kantor di jalan Rasuna Said Kuningan Jakarta. "Kami memilih Senayan karena kawasan ini dekat ke mana-mana, dan sekarang kecenderungan ke arah selatan," katanya.

Dengan desain yang menyenangkan, Steven mengharapkan produktivitas karyawan NetApp yang kini berjumlah 20 orang semakin meningkat. "Selama ini perusahaan teknologi kesannya formal, kami ingin menumbuhkan kreativitas," katanya.

Di salah satu dinding kantor yang didominasi warna biru ini terpasang gambar bebek. Menurut Steven bebek ini punya filosofinya sendiri. "Bebek itu enggak bisa disuruh diam, dia terus saja berbunyi sampai masalahnya selesai," katanya.

Meskipun perusahaan global, namun dalam peresmian kantornya Jumat petang ini, NetApp menghadirkan sejumlah penari Saman untuk menghibur para undangan yang datang. Acara peresmian kantor ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng.

IQBAL MUHTAROM

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X