Stop Ekspor Mineral, Indonesia Ditekan Asing
TEMPO/Dwianto Wibowo
Topik
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian, Muhammad Sulaeman Hidayat, mengatakan Indonesia menerima tekanan dari beberapa negara lain saat mengeluarkan aturan yang membatasi ekspor bahan mentah.
"Ada tekanan diplomatik, seperti dari Cina dan Jepang. Sebenarnya mereka marah tetapi membutuhkan," kata dia dalam acara Rapat Koordinator Wilayah Tengah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Jumat 25 Mei 2012.
Pembatasan ekspor bahan tambang mentah mulai 2014 diatur melalui Undang-Undang tentang mineral dan batubara yang diterbitkan pada 2009. Selain membatasi ekspor, pemerintah juga mewajibkan pebisnis mineral untuk membangun instalasi pemurnian dan pengolahan (smelter).
Beleid itu diterbitkan untuk menjaga ketersediaan pasokan di dalam negeri serta memberi nilai tambah pada produk mineral nasional. "Nanti tak ada lagi ekspor barang tambang mentah," kata Hidayat.
Karena aturan ini, negara-negara konsumen seperti Jepang dan Cina meradang. Hidayat mengatakan saat ini ratusan smelter di Cina mangkrak karena menunggu bahan baku dari Indonesia.
Untuk menyelesaikan masalah, saat ini Hidayat dan Menteri Perdagangan Gita wirjawan meminta Cina dan Jepang merelokasi industri milik mereka ke Indonesia. Indonesia, kata Hidayat, menjamin ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan dan akan memberi fasilitas dan kemudahan dalam berbisnis. "Jepang sudah setuju." ujarnya.
MUH SYAIFULLAH
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Farhat Jadi Tersangka, Ahok Sudah Lupa
- Safari 'Pencitraan' 2014, Gita Wirjawan Menjawab
- Jurus Sukses UN SMAK 1 BPK Penabur Jakarta
- Ini Syarat Menjadi Manajer Manchester City
- Orang Cerdas Tak Mampu Lihat Gerakan Besar?
- Robot Pintar Ini Digerakkan oleh Ponsel
- X-Wing, Pesawat Luar Angkasa Star Wars, Mendarat di New York
Berita Utama Bisnis
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah













