Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Peta Kecamatan Sape, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. (diolah dari Peta Geospacial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana)

TEMPO.CO, Bima - Puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Woha, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, merayakan kelulusan ujian nasional dengan cara memberikan bantuan bagi korban banjir, Sabtu, 26 Mei 2012.

Berdasarkan pengamatan Tempo, para siswa harus melewati rintangan yang berbahaya untuk sampai ke lokasi para korban banjir. Mereka menyeberangi sungai sepanjang 200 meter. Selain kondisi sungai yang dalam, arus air pun cukup deras.

Para siswa bersusah payah membawa 500 bungkus nasi yang dibeli dari hasil mengumpulkan uang di antara sesama siswa. Sebanyak 200 siswa memberikan sumbangan, masing-masing Rp 10 ribu per siswa. “Nasi bungkus ini kami siapkan dari hasil patungan siswa,” kata koordinator siswa, Muhamad Iskandar.

Para siswa yang tergabung dalam Palang Merah Pelajar itu mendatangi satu persatu para korban banjir, termasuk di lokasi yang sulit dijangkau petugas Tagana Kabupaten Bima. Menggenakan baju seragam sekolah tanpa coretan, mereka bersemangat membagikan nasi bungkus. Nenek-nenek, ibu-ibu hingga anak-anak menerima bantuan dengan senang.

Usai membagikan nasi bungkus, para siswa ikut membantu membantu memberisihakn jalan dari tumpukan sampah yang berserakan. Bahkan mereka membantu membagi-bagikan obat-obatan kepada korban yang terserang batuk dan gatal-gatal.

Di kawasan paling parah di Desa Ncera dan Desa Lido para siswa memasuki rumah-rumah warga dan memberikan bantuan kebutuhan penyelamatan warga yang terisolir.

Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, terendam banjir sejak pukul 06.00 WITA, Sabtu, 26 Mei 2012. Ketinggian genangan air mencapai 40 centimeter hingga 60 centimeter.

AKHYAR H M NUR

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X