Diminta Mundur, Menteri Andi Pasrah ke SBY  

Diminta Mundur, Menteri Andi Pasrah ke SBY  

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng memberikan keterangan kepada wartawan terkait amblesnya sejumlah bangunan pada proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu Hambalang di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Rabu (30/5). TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO , Jakarta: --Menteri Olahraga Andi Alifian Mallarangeng didesak mundur oleh koleganya di partai menyusul kasus proyek pembangunan komplek olahraga Hambalang. Ruhut Sitompul, salah satu Ketua  Partai Demokrat menyebut partainya tertekan dengan kasus Hambalang. Karenanya, Ruhut minta Andi legawa mundur ketimbang menambah beban partainya. “Semua itu akan indah kalau kita bisa mundur, jangan dimundurkan,” kata Ruhut di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Kamis 31 Mei 2012 . (baca:Kasus Hambalang, Menteri Andi Didesak Mundur)

Didesak mundur, Menteri Andi memilih menyerahkan masalah ini ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dihubungi Tempo, Andi menolak bicara banyak, termasuk mempermasalahkan desakan tersebut. "Jabatan saya sebagai menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden, kapan saja bisa dihentikan dan saya harus siap," kata Andi melalui pesan singkat, Kamis, 31 Mei 2012.

Andi enggan memberi komentar lebih panjang ihwal tudingan mengenai proyek Bukit Hambalang yang diarahkan kepadanya. "Itu saja Bos," kata Andi.

Andi disorot setelah proyek olahraga di Bukit Hambalang diusut oleh KPK. Tudingan kepada Andi semakin keras ketika terungkap dua bangunan proyek Hambalang ambruk karena tanahnya ambles akibat hujan mengguyur. Menurut Indonesia Corruption Watch, peristiwa itu mengindikasikan adanya korupsi dalam proyek berbiaya Rp 1,2 triliun tersebut.

Dua bangunan itu adalah gedung pembangkit energi dan lapangan indoor bulu tangkis, berada di zona bawah di area proyek seluas 32 hektare. Tanah tempat bangunan berdiri ambles sampai 5 meter setelah bergerak karena di bawahnya ada aliran mata air. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.

Rekanan proyek Hambalang, PT Adhi Karya dan Wijaya Karya, rekanan proyek Hambalang, mengklaim menderita kerugian sampai Rp 14 miliar akibat peristiwa itu. "Kami sudah mengajukan klaim asuransi senilai Rp 14 miliar kepada penggarap dua gedung tersebut," kata Direktur Utama PT Adhi Karya, Kiswodharmawan.


Kementerian Pemuda dan Olahraga pun langsung mengevaluasi kondisi tanah di zona bawah setelah peristiwa itu. Proyek di lokasi terdampak juga dihentikan sementara. Sekretaris Kemenpora, Yuli Mumpuni, mengatakan tim ahli masih mengevaluasi kondisi tanahnya.

Yuli mengatakan, evaluasi oleh tim ahli itu akan melihat apakah kondisi tanah di area terdampak tersebut labil atau di bawah tanah itu terdapak aliran mata air sehingga terjadi pergerakan tanah saat hujan mengguyur.

RUSMAN PARAQBUEQ


Berita terkait
8 Kejanggalan Proyek Hambalang
Panja Hambalang Kecewa Menpora Tak Hadir
Dana Proyek Hambalang Ditahan DPR
Anggaran Hambalang Melonjak Karena Konsep Berubah
Hambalang Diduga Proyek Ambisius Menteri Andi
Anggaran Belum Turun, Proyek Hambalang Dihentikan
Ternyata Proyek Hambalang Punya 3 Macam Maket
Adhyaksa Dinilai Salah Paham Soal Hambalang 
Kasus Hambalang, Menteri Andi Siap Tanggung Jawab
Wafid: Proyek Hambalang Sempat Dihentikan 

Komentar (15)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Ya kalau berjiwa ksatria tidak harus nunggu dr Presiden SBY, mundur aja secara legowo dan buktikan kalau ngak bersalah,,
0
0
Assalamu''''alikum wrwb Sedih kita melihat Rakyat Indonesia yg miskin karena koruptor2. KORUPTOR2 (uang dan Agama)itu adalah manusia yang mengikuti Syaitan,disebut manusia-syaitan.Kerjanya merusak/keji Tidak mungkin koruptor2 itu takut kepada ALLAH. TB Joshua,dari negeria,sukses mengusir Syaitan dari tubuh manusia. Sebaiknya pemimpin2 membersihkan tubuhnya dulu dengan a man of God,TB Joshua. Kunjungi Blog. http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/fpi-islam.html http://www.emmanuel.tv/
0
0
Tentunya,siapapun yang terlibat korupsi di proyek Hambalang atau proyek apapun dan dimanapun,apa itu Andy mararangeng atau Anas Urbaningrum,siapapun!tentu, perlu diperiksa dan diadili,ini tugas pene gak hukum,KPK!Jadi,idealnya demi hukum presiden hrs relakan kadernya,mentrinya diperiksa demi hukum mundur atau dimun durkan,jika supremasi hukum msh jadi panglima dinegeri,in!
0
0
Waktu jadi pengamat politik Bung Andi selalu menyerukan untuk mundur pejabat yg bermasalah...eh waktu jadi menteri disuruh mundur sama kolega2nya malah berlindung di ketiak Presiden...alasan hak preograif lah...segala...Kalau Mundur ya mundur saja..
0
0
Ternyata yang namanya Andi Malarangeng itu hanya tebal kumisnya, nyalinya kecil, jauh lebih sempit dari Tere. Dia nggak ngarti istilah mundur, kualitas gini kok jadi menteri ya. Kalau SBY yang melakukan namanya dipecat Gang! Kalau mundur kemauan sendiri, turun dari jabatan menteri lalu jappa-jappa, terus tenro Gang!
Selanjutnya
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X