MK Rapat Jadwal Putusan Perkara Newmont
Lokasi tambang terbuka milik PT Newmont Nusa Tenggara di Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Tambang di Batu Hijau yang mulai beroperasi secara penuh pada Maret tahun 2000 tersebut menghasilkan 4,87 kilogram tembaga dan emas sebesar 0,37 gram dari setiap ton bijih yang diolah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Grafis Terkait
Foto Terkait
TEMPO.CO, Jakarta- Juru bicara dan salah seorang hakim Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, menyatakan sejauh ini masih belum ditetapkan jadwal sidang putusan perkara PT Newmont Nusa Tenggara. "Sedang dibahas di rapat musyawarah hakim," ujar Akil melalui pesan pendek kepada Tempo, Senin, 4 Juni 2012. Perkara tersebut menyangkut divestasi tujuh persen saham Newmont.
Yang menjadi materi gugatan, pemerintah tidak ingin jual-beli saham itu harus mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat. Kasus pembelian saham Newmont itu masuk ke MK setelah pihak penggugat dan tergugat tak menemukan titik temu dalam masalah ini.
Direktur Jenderal Keuangan Negara Hadiyanto berharap MK bisa menjelaskan kepastian hukum pembeliannya. Ia mengatakan pemerintah optimistis memenangi gugatan dan membeli divestasi tujuh persen saham Newmont.
Kisruh pembelian terjadi sejak Juli tahun lalu. Komisi Keuangan DPR meminta Menteri Agus membatalkan pembelian itu dan membahasnya terlebih dahulu dengan Dewan. Wakil Ketua Komisi Keuangan DPR, Harry Azhar Azis, menilai pembelian itu harus mengantongi izin Dewan. Adapun Menteri Keuangan menilai sebaliknya.
Setelah Badan Pemeriksa Keuangan mengeluarkan pendapatnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Kementerian Hukum berkoordinasi merumuskan uji materi ke Mahkamah Konstitusi. Selama proses perumusan uji materi, Pusat Investasi Pemerintah giat mencari dukungan para akademikus bidang hukum melalui seminar pada akhir tahun lalu.
MARIA YUNIAR
Berita terpopuler
Penyerang Pizza Hut dan Texas Sudah Ketahuan
Tiga Tentara Pukuli Anggota Nasdem di Gambir
Indonesia Masuk One Triliun Dollar Club
Mengapa Ical Mesti Berpasangan Dengan Jenderal?
Pengusaha Hiburan Keluhkan Razia TNI AL



