Dahlan Bantah Privatisasi Hanya untuk Modal  

Dahlan Bantah Privatisasi Hanya untuk Modal  

Dahlan Iskan. ANTARA/Agus Bebeng

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan membantah anggapan privatisasi sejumlah BUMN untuk meningkatkan modal. "BUMN yang go public lebih terawasi," kata Menteri Dahlan di Jakarta, Senin, 4 Juni 2012.

Dahlan mengatakan, perusahaan pelat merah yang diprivatisasi akan lebih transparan. Masyarakat yang memiliki saham BUMN juga akan ikut mengawasi kinerja perusahaan-perusahaan itu. Selama ini, BUMN dianggap perusahaan yang rentan korupsi.

"Jadi tidak hanya untuk modal," ujar Dahlan. Selain lebih transparan, ia menuturkan privatisasi atau pelepasan saham ke publik akan memicu pertumbuhan pasar modal. Mantan Dirut PLN ini yakin jika banyak perusahaan yang melantai ke bursa, dunia pasar modal Indonesia akan berkembang paling besar se-Asia Tenggara dan mampu mengalahkan Singapura.

Untuk itulah, pada tahun ini Kementerian BUMN ingin melakukan sejumlah privatisasi di perusahaan pelat merahnya. Privatisasi itu, yakni penawaran umum saham perdana (initial public offering - IPO) untuk PT Semen Baturaja; right issue atau pelepasan saham lagi ke publik bagi BTN dan Kimia Farma; serta strategic sales atau penjualan seluruh saham negara ke investor untuk PT INTI, PT Industri Sandang Nusantara dan PT Inglas.

BUMN juga melaksanakan program tahunan privatisasi sebelumnya, PT Waskita Karya, yang sudah direncanakan sejak tahun 2008 dan PT Primasima, Sarana Karya, dan Kertas Padalarang yang sudah direncanakan sejak 2010. Menteri BUMN juga mengajukan tambahan Program Tahunan Privatisasi 2012, yakni IPO Perum Pegadaian.

SUNDARI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X