TOTO Optimistis Capai Penjualan Rp 1,6 Triliun
toto.co.id
TEMPO.CO, Jakarta - PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) memproyeksikan penjualan tahun ini mencapai Rp 1,6 triliun, naik 23,07 persen dibanding penjualan tahun lalu sebesar Rp 1,3 triliun. Direktur Keuangan TOTO, Setia Budi Purwadi, mengatakan peningkatan kinerja perseroan tersebut seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini yang diperkirakan 6,4 persen.
Dia berharap pertumbuhan berlanjut sehingga modal asing masih membanjiri bidang industri, komoditas utama, energi, dan sektor infrastruktur. "Kami optimistis target tersebut tercapai," kata Setia di Jakarta, Senin, 4 Juni 2012.
Tahun ini kelas menengah baru terus tumbuh di Indonesia sehingga sektor pembangunan terus menikmati keuntungan akibat melonjaknya permintaan. Selain itu, ekonomi dunia terus membaik, contohnya Cina, India, dan negara-negara ASEAN. Dengan asumsi tersebut, perseroan hakulyakin mampu meningkatkan laba bersih sekitar 20 persen dibanding pencapaian tahun lalu.
Tahun lalu laba bersih perusahaan yang bergerak pada industri keramik ini mencapai Rp 218,1 miliar, naik 12,6 persen dibandingkan 2010. Kenaikan laba bersih disokong oleh peningkatan penjualan dan peningkatan beban bunga. Sedangkan total penjualan sepanjang 2011 mencapai Rp 1,34 triliun, atau naik sekitar 19,7 persen dibanding penjualan tahun sebelumnya.
Setia mengatakan, hingga April lalu total penjualan perseroan mencapai Rp 500 miliar. Sedangkan bulan ini perseroan menargetkan penjualan mencapai Rp 700-800 miliar. Untuk mendukung target itu, kata dia, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure) sekitar US$ 5 juta. Dana tersebut berasal dari kas internal dan difokuskan untuk membeli mesin dan merawat mesin lama.
JAYADI SUPRIADIN
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Berita Utama Bisnis
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah
- Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit
- Impor Mesin Domestik Sulit Ditekan
- Indonesia Butuh 2 Kawasan Industri Aviasi Terpadu
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun














