PT EMI Jadi Anak PGAS  

PT EMI Jadi Anak PGAS  

Dahlan Iskan. TEMPO/Arnold Simanjuntak

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian BUMN berencana mengalihkan 100 persen saham milik negara di PT Energi Manajemen Indonesia Persero kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). "Ini untuk upaya penyelamatan dan pengembangan," ujar Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis, Pandu Djayanto, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR-RI, Senin, 4 Juni 2012.

Rapat kerja ini membicarakan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian BUMN tahun 2013 dan Program Privatisasi tahun 2012.

Pandu mengatakan dengan pengalihan saham ini secara tidak langsung EMI menjadi anak perusahaan PGN. Selanjutnya PGN akan merestrukturisasi dan mengembangkannya.

Dia menuturkan hingga akhir 2011 utang EMI mencapai Rp 28 miliar. Adapun ekuitasnya sekitar Rp 4 miliar atau tergerus 63,33 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang masih Rp 11 miliar. Kesulitan keuangan yang dialami perusahaan akibat kerugian yang terus-menerus dikhawatirkan akan menyebabkan neraca perusahaan akhir tahun ini negatif.

Tahun lalu perseroan juga mencatat rugi bersih sebesar Rp 7 triliun. "Padahal penjualan sebesar Rp 9 triliun," ujar Pandu.

Sebagian besar pendapatan EMI berasal dari proyek pemerintah dan BUMN lainnya. Selama periode 2008-2011 proyek yang ditangani perseroan didominasi oleh jasa audit energi dan pelatihan, sementara akses ke sumber pendanaan sangat terbatas.

Saat ini return on asset (ROA) tercatat negatif 22 persen, return on equity (ROA) negatif 145 persen, serta debt to equity ratio (DER) mencapai 700 persen. Saat ini jumlah karyawan Energi Manajemen sebanyak 70 orang, terdiri dari 30 orang tenaga engineer, dan 47 orang tenaga pendukung.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan pengalihan 100 persen saham Energi Manajemen kepada PGN adalah bagian dari rencana restrukturisasi di tubuh BUMN energi. Tidak hanya EMI, sejumlah perusahaan pelat merah kecil atau rugi juga dijadikan anak perusahaan yang lebih besar. Dua di antaranya adalah PT Rukindo menjadi anak perusahaan Pelindo II dan PT Survey Udara Penas menjadi anak perusahaan PT PPA.

Tahun lalu Penas mempunyai utang sebesar Rp 16,851 miliar sedangkan asetnya hanya Rp 8,060 miliar. Pengalihan pelat merah ini menjadi bagian dari PPA untuk melakukan restrukturisasi dan revitalisasi. Adapun Rukindo bertujuan mendukung operasional kepelabuhan. Tahun ini jumlah aset perseroan Rp 502,46 miliar dengan utang sebesar Rp 201,14 miliar.

SUNDARI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X