Di Surakarta, Ongkos Becak Sumbang Inflasi
Tempo/Arif Wibowo
Topik
TEMPO.CO, Surakarta - Setelah mengalami deflasi di kuartal pertama 2012, tingkat inflasi Kota Surakarta, Jawa Tengah, kini melonjak hingga 0,28 persen. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Solo Toto Desanto, hal ini terjadi lantaran harga beberapa barang kebutuhan pokok naik signifikan, termasuk ongkos sewa becak.
"Ongkos becak naik seiring kenaikan harga-harga kebutuhan pokok,” kata dia di kantornya, Senin, 4 Juni 2012.
Toto mengatakan, pada Juni 2012, tarif sewa becak naik rata-rata 15 persen dibanding Mei. Ongkos angkut dari Jalan Jenderal Sudirman hingga Pasar Ledoksari sejauh 1 kilometer, misalnya, naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 10.000. Tarif jasa ini menyumbang angka inflasi di Surakarta, mengingat frekuensi penggunaannya cukup tinggi.
Selain ongkos becak, penyumbang inflasi lainnya yakni kenaikan harga bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan gula pasir. Kenaikan harganya mencapai rata-rata 15 hingga 32 persen dibanding Mei 2012. Toto menilai tingkat inflasi di Solo masih wajar dan menandakan perekonomian yang terus bergerak.
"Naiknya harga kebutuhan pokok menjadi cerminan semakin tingginya laju kegiatan ekonomi masyarakat." ujarnya.
Di Jawa Tengah, angka inflasi Surakarta tercatat paling rendah. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Tegal yang mencapai 0,54 persen, disusul Purwokerto sebesar 0,43 persen, serta Kota Semarang yang mencapai 0,36 persen.
UKKY PRIMARTANTYO


