Bonek Tewas, PSSI Tak Hentikan Kompetisi

Bonek Tewas, PSSI Tak Hentikan Kompetisi

Beberapa penonton yang membawa anak memprotes tindakan Polisi Polrestabes Surabaya yang menembakan gas airmata ke arah supporter sepakbola Persebaya seusai pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) 2011/2012. Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Minggu(3/6). Akibat gas airmata itu beberapa anak-anak menangis karena tidak tahan menahan pedih. TEMPO/Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak akan menghentikan sementara kompetisi Liga Prima Indonesia agar investigasi kasus kematian bonek berjalan lancar dan menyeluruh. Pendukung Persebaya itu tewas seusai laga Persebaya vs Persija pada Ahad malam, 3 Juni 2012 di Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya.

"Tidak harus sampai seperti itu (dihentikan sementara). Sambil berjalan tetap bisa (melakukan investigasi)," ujar Sekretaris Jenderal PSSI, Tri Goestoro, Selasa, 4 Juni 2012.

Tri mengatakan PSSI terus mengumpulkan data dan keterangan seputar peristiwa yang menewaskan seorang bonek bernama Purwo Adi Utomo tersebut. "Kami masih tunggu penyebab pasti," ujar Tri.

PSSI juga tidak akan mengikuti langkah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang menghentikan sementara kompetisi Seri A setelah seorang polisi tewas dalam laga derby Sisilia antara Catania dan Palermo pada 2007. Saat itu, seorang polisi bernama Filippo Raciti meninggal setelah dipukul di bagian wajah saat berusaha meredakan kerusuhan suporter.

Dugaan sementara, Purwo meninggal akibat berdesak-desakan saat pecah kerusuhan di dalam stadion. Tewasnya siswa sekolah menengah atas itu mengulangi peristiwa meninggalnya tiga suporter seusai pertandingan Persija vs Persib Bandung dalam lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pekan lalu.

Kepolisian dua wilayah telah mengindikasikan tidak akan mengeluarkan izin pertandingan dua klub tersebut. Kepolisian Daerah Metro Jaya telah melarang Persija bermain di Jakarta, sedangkan Kepolisian Kota Besar Surabaya telah membekukan izin pertandingan di Surabaya hingga waktu yang belum ditentukan.

ARIE FIRDAUS

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
mending d.hentikan kmpotisi itu
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X