Razia Tiket KRL, 38 Penumpang Terjaring  

Razia Tiket KRL, 38 Penumpang Terjaring  

Penumpang yang akan naik KRL Jabotabek berbaris saat kereta tiba di Stasiun Manggarai, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta -  PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) menggelar razia tiket penumpang kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin, 4 Juni 2012, sejak pukul 06.00-10.00 WIB. Sebanyak 38 penumpang terjaring dalam razia ini.

“Mereka adalah penumpang yang naik kereta Commuter Line, tapi memiliki karcis kereta kelas ekonomi,” kata penanggung jawab razia PT KCJ, Ansorudin, Senin, 4 Juni 2012.

Razia serupa juga digelar di Stasiun Cikini, Sawah Besar, dan Juanda. Menurut Ansorudin, penumpang yang salah karcis diharuskan membeli tiket Commuter Line Rp 7.000. Sedangkan penumpang yang tidak memiliki tiket didenda Rp 50.000.

"Alhamdulillah tak ada penumpang yang tak punya karcis. Hanya masih ada yang tak sesuai antara tiket yang dimiliki dan kereta yang dinaiki," katanya.

PT KCJ menerjunkan 10 petugas keamanan tambahan dari stasiun lain untuk membantu razia ini. Pada hari biasa, hanya dua atau empat orang penjaga yang bertugas di pintu kedatangan dan keberangkatan stasiun.

Menurut Ansorudin, penumpang yang memiliki tiket tidak sesuai dengan jenis kereta biasanya transit di Stasiun Manggarai, lalu menyambung kereta ke arah Jakarta Kota. Seorang penumpang yang terkena razia, Nita, mengatakan ia memilih menggunakan Commuter Line dari Manggarai meskipun memegang tiket kelas ekonomi.

"Saya mengejar waktu. Karena Commuter Line datang lebih dulu di Stasiun Manggarai, ya naik saja," kata perempuan yang berkantor di Kebon Sirih itu. Nita didenda Rp 20.000 dan baru kali ini ia terkena razia.

Ansor mengatakan razia ini akan kembali dilakukan Senin sore, 4 Juni 2012, mulai pukul 16.00. Penjagaan akan diperketat di pintu keberangkatan, bukan di pintu kedatangan. "Penumpang yang tak punya tiket akan langsung diminta membeli," katanya.

Menurut Ansorudin, razia ini akan berlanjut di hari mendatang di tempat yang berbeda. "Tempatnya kami rahasiakan, bisa di stasiun mana saja," katanya.

ANGGRITA DESYANI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X