Kapolres Tegal Dilaporkan ke Mabes Polri

Kapolres Tegal Dilaporkan ke Mabes Polri

Pekerja menambang pasir di tebing bukit Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/9). Lebih dari 400 kepala keluarga dari beberapa desa menggantungkan hidupnya di tambang rakyat yang sudah ada sejak tahun 1990-an tersebut. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Pembela Demokrasi Indonesia yang mengklaim diri mewakili masyarakat Tegal, Jawa Tengah, melaporkan Kepala Polres Tegal, Ajun Komisaris Besar (AKBP) Nelson Pardamaian Purba, ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian. Laporan ini terkait dengan dugaan kasus tindak pidana perusakan lingkungan hidup dan pencurian batu serta pasir di Sungai Gung, Tegal, Jawa Tengah.

"Kapolres membiarkan praktek pidana ini, bahkan terkesan menjadi beking," kata Ketua TPDI, Petrus Selestinus, saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Selasa, 5 Juni 2012.

Selain Kapolres Tegal, TPDI juga melaporkan Kepala Desa Kajen, seorang pengusaha di Kajen, PT Sinar Kartika, PT Bumi Redjo, dan Kepala Badan Lingkunggan Hidup Kabupaten Tegal. Enam terlapor ini, menurut Petrus, melakukan kegiatan penambangan dan penggalian pasir dan batu di Sungai Gung. "Nomor laporan di Bareskrim adalah 012/TPPI/IV/2012," kata Petrus.

Praktek illegal ini telah berlangsung selama satu tahun tanpa izin yang jelas. Penambangan liar yang memperlebar sungai ini dilakukan dengan puluhan alat berat yang berasal dari PT Sinar dan PT Bumi. "Perusakan ini mengancam kerusakan sungai yang selama ini jadi sumber kehidupan masyarakat," kata dia.

Kegiatan ini, menurut Petrus, sudah dihentikan Bupati Tegal melalui surat Nomor 503/1497.a pada tanggal 2 April 2012. Masyarakat juga sudah melapor ke Kapolres Tegal untuk menjamin penghentian penambangan ini. "Berhenti hanya tiga hari, setelah itu berjalan lagi dan terkesan dibiarkan," kata dia.

TPDI, menurut Petrus, merasa tidak bisa lagi meminta bantuan pada polisi daerah karena terkesan melindungi. Atas alasan ini, masyarakat Tegal langsung melaporkan kasus ini ke Bareskrim Mabes Polri. "Laporan mengenai kasus ini dan laporan mengenai sikap Kapolres Tegal yang membiarkan dan melindungi," kata dia.

FRANSISCO ROSARIANS

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X