Gen Mematikan pada Janin Bisa Dilacak
Seorang ibu mendapat pemeriksaan USG gratis yang diadakan oleh Rumah Zakat bagi 50 orang ibu hamil, Jakarta, Jumat (25/5). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan pada ibu dan janin. TEMPO/Tony Hartawan
TEMPO.CO, Jakarta - Para perempuan yang sedang hamil kini bisa mengenal bayi mereka lebih awal. Para calon ibu ini dapat mengetahui urutan gen bayi mereka sebelum dilahirkan. Penelitian terbaru memungkinkan peneliti merekonstruksi genom janin, termasuk gen-gen mematikan, tanpa harus menyentuhnya.
Untuk memetakan keseluruhan gen janin, para peneliti menggunakan data genom kedua orang tua janin tersebut. Adapun gen-gen mematikan pada janin diketahui lewat pemetaan DNA yang mengambang bebas dalam darah ibu.
Metode baru ini mendasarkan pemeriksaan DNA janin yang beredar melalui plasenta, mencakup 13 persen dari DNA yang mengambang bebas dalam plasma darah ibu. Pemeriksaan akan mendeteksi setiap penyakit genetik, beberapa di antaranya disebabkan mutasi.
Sindrom Down, misalnya, yang selama ini sulit diketahui sejak bayi, kini dapat dideteksi dini menggunakan metode baru ini. Penyakit genetik yang juga dikenal dengan trisomi 21 ini disebabkan adanya salinan tambahan dari kromosom nomor 21.
"Jika gen ibarat buku, dan trisomi merupakan bab tambahan, maka kami ingin mencari setiap kesalahan ketik di dalamnya," kata Jay Shendure dari University of Washington, Amerika Serikat.
Sejak adanya temuan ini, beberapa perusahaan sudah menawarkan tes pra-kelahiran yang diklaim aman kepada para calon ibu. Tujuannya tentu saja untuk mendeteksi dini penyakit yang disebabkan salinan tambahan dari kromosom, seperti Sindrom Down.
Pada 2010, para peneliti menggunakan gen orang tua dan DNA janin dari darah ibu untuk memetakan penyakit yang berkaitan dengan mutasi pada genom janin. Kendati metode ini dapat digunakan untuk menyimpulkan genotipe janin, tapi prosesnya melibatkan pengambilan sampel jaringan plasenta, proses invasif yang dapat meningkatkan risiko keguguran.
NEWSCIENTIST | MAHARDIKA SATRIA HADI
Berita Terkait
Mengapa Kepala Orang Kulit Putih Amerika Membesar?
Salah Takar Berat Dinosaurus
6 Negara Suarakan Hari Perlindungan Terumbu Karang
Nenek Moyang Manusia Datang dari Asia
Salah Takar Berat Dinosaurus
Kubah Misterius Venus
Berbagi Kisah Transit Venus Terakhir di Abad Ini
Bertrand Piccard, Pilot Pesawat Tenaga Surya
Sejumlah Pelajar Malang Kagumi Transit Venus
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Peneliti Remaja Indonesia Borong 3 Medali Emas
- KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi di Ditjen Kebudayaan
- Marquez Raih Pole Position di Moto GP Perancis
- Pesona Keindahan Danau Tempe
- Mundur, RS Admira Beralasan Tarif Baru KJS
- Studio Film James Bond Undang Produser Indonesia
- Ahmad Fathanah Doyan ke Kafe Dangdut?














