Sopir Ugal-ugalan Sebelum Bus Terguling di Nagreg

Sopir Ugal-ugalan Sebelum Bus Terguling di Nagreg

ANTARA/Fahrul Jayadiputra

TEMPO.CO, Bandung - Sopir bus Gapuraning Rahayu Z-7896-TA mengemudi dengan ugal-ugalan sebelum bus rute Jakarta-Ciamis-Pangandaran itu terjungkal di Nagreg, Kabupaten Bandung, tengah malam tadi. Begitu kesaksian setidaknya dua penumpang yang selamat dari kecelakaan yang memakan tiga korban tewas itu.

"Sopirnya ngebut terus. Malah sempat oleng-oleng sebelum menabrak tembok di tengah jalan tadi," ujar Yomin, 57 tahun, di Rumah Sakit Cicalengka, Sabtu dinihari, 9 Juni 2012. "Jadi tadi itu tiba-tiba, braak, brakk! Busnya menabrak tembok itu, terus terbalik satu kali, lalu menggelosor di aspal beberapa meter dengan badan (bus) menyamping," kata warga Desa Wonoharjo, Pangandaran, Kabupaten Ciamis, itu lagi.

Yomin dan anak bungsunya, Iman, 8 tahun, yang duduk di lajur kiri kursi penumpang agak jauh dari kaca samping bus beruntung selamat. Namun nahas tak terelakkan menimpa istrinya, Waryunah, yang duduk merapat ke badan dan kaca samping kiri bus. Kepala wanita 51 tahun itu terputus dari lehernya. "Waktu bus terbalik, samping kiri bus mengarah ke bawah, kepala istri saya keluar jendela," tuturnya.

Aksi ugal-ugalan sopir juga disesalkan penumpang lainnya, Leila. "Malah sejak dari Jakarta sudah ngebut ugal-ugalan," katanya. Saat bus terjungkal, Leila tengah menyusui putri tercintanya, Amanda. Leila selamat. Namun, istri dari Hendi, warga Plumpang, Jakarta Utara, itu kehilangan Amanda yang baru dia lahirkan 6 bulan lalu. "Waktu disusui, anak saya terlempar," katanya di RS Cicalengka.

Bertolak bersama bus Gapuraning dari Terminal Kampung Rambutan pukul 21.00 semalam, keluarga Yomin hendak pulang ke Wonoharjo setelah menengok keluarga anak laki-lakinya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sedangkan Hendi-Leila hendak menghadiri acara kenduri famili mereka di Pangandaran. Saat ditemui dinihari tadi, kedua keluarga kini tengah menunggu kerabat mereka untuk mengurus dan membawa jenazah Waryunah dan Amanda.

Selain Waryunah dan Amanda, kecelakaan tunggal di Nagreg dinihari tadi juga menewaskan Jaenudin bin Anto, 23 tahun, warga Desa Blusuk, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di luar korban tewas, kasus ini juga mengakibatkan belasan orang luka-luka dan sempat dirawat di RS Cicalengka. "Yang lukanya paling parah itu Kuswanto asal Ciamis, yang keempat jari tangan kirinya putus dan dirujuk ke RS Hasan Sadikin (Kota Bandung," ujar seorang petugas RS Cicalengka.

Bus Gapuraning Rahayu Z-7896-TA terjungkal saat melaju kencang dari arah Bandung di Jalan Raya Nagreg, Kampung Tugaran, Desa Citaman, Kabupaten Bandung, Jumat tengah malam, 8 Juni 2012. Kepala Kepolisian Sektor Nagreg Ajun Komisaris Sharly Sollu mengatakan peristiwa kecelakaan tunggal bus ini terjadi sekitar pukul 00.15 WIB tadi.

ERICK P. HARDI

Berita terkait
Bus Terbalik di Nagreg, 3 Tewas
Sopir Sumber Kencono Tak Mendapat Bantuan Hukum

Tabrakan Maut, Dua Pelajar SMP Tewas

1 Tewas Dilindas Bus Pariwisata di Bandung

Takut Tumbang, Tiang Listrik di Depok Diperiksa

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
bl anda mlihat angkutan umum yg ugal2an. ambil foto/video nya. laporkan ke pershannya/polisi/media/radio agar si sopir mndpt teguran.
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X