Sudono Salim di Mata Bekas Karyawannya

Sudono Salim di Mata Bekas Karyawannya

Sudono Salim / Liem Sie Liong, foto dokumentasi tahun 1991. TEMPO/Rully Kesuma

Grafis Terkait

TEMPO.CO, Jakarta - Meski sudah lama meninggalkan Grup Salim, Philip S. Purnama terus teringat akan pimpinan di grup yang memiliki PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Sudono Salim atau Liem Sioe Liong.

Philip yang pernah menjadi direksi di Indofood mengingat Om Liem--panggilan akrabnya--sebagai pimpinan yang memiliki pendekatan yang baik kepada rekan bisnis maupun karyawannya. "Kepemimpinannya sangat kuat dan pendekatannya luar biasa bagus," kata Philip, yang saat ini menjadi Presiden Direktur Integra Mining Group, kepada Tempo, Ahad, 10 Juni 2012.

Menurut Philip, tidak hanya menggunakan akal pikiran, Om Liem memimpin perusahaan dengan menggunakan hatinya. Dia pun mengingat Om Liem sebagai pemimpin yang sangat perhatian. "Beberapa kali melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, Pak Sudono terus memperhatikan personel eksekutifnya," katanya.

Tak hanya itu. Meski sibuk, kata dia, Om Liem menyempatkan hadir di pernikahannya 16 tahun lalu. "Padahal saya waktu itu masih sebagai staf di Indofood dan bapak pun sudah pensiun dari Indofood," ujarnya.

Sudono Salim atau Liem Sioe Liong meninggal pada pukul 15.50 waktu setempat. Sudono wafat di Singapura dan dikabarkan meninggal karena sakit.

Om Liem, panggilan akrabnya, lahir di Fuqing, Fujian, Cina, 16 Juli 1916. Berarti, dia wafat pada usia 95 tahun.

SUTJI DECILYA

Berita terkait:
Pendiri Grup Salim, Sudono Salim, Wafat

Pesan Terakhir Sam kepada D'LLoyd 

Sam D'LLyod Baru 2 Hari Tahu Kena Kanker 

Sam D'LLoyd Meninggal Dunia 

Legenda Sepak Bola Indonesia, Ribut Waidi, Mangkat  

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Selamat Jalan Om Liem, bagaimanapun Almarhum sangat berperan untuk kemajuan ekonomi Bangsa ini walau banyak kekurangan serta kelebihannya dan merupakan pembelajaran bagi kita generasi Bangsa jangan lagi terjerbak dengan monopoli ekonomi sebab Bangsa ini besar karna perjuangan para pahlawan pejuang Bangsa dan hindaran Bangsa ini terjajah secara ekonomi beri kemudahan bagi pengusaha pribumi agar pemerataan ekonomi berjalan jangan sampai bagaikan Ayam mati dilumbungnya sendiri.Para pejuang yangt elah gugur mempertahankan NKRI agar ersenyum melihat penduduk Bangsa Ini betul-betul Makmurtanpa kesenjangan ekonomi. Bumi air dan kekayaan Alam yang terkandung di dalamnya agar betul_dipergunakan sebaik_baiknya untuk kepentingan Rakyat bukan untuk membebani rakyat yang saat ini dikuasai pihak_pihak golongan tertentu untuk kepentingan Bisnis mencari keuntungan untuk memperkaya diri pengusahanya.Perlukah revolusi ekonomi di era sekarang ini ? Apakah kelanjutan ekonomi pasar bebas serta kapitalisme akan tetap diterapkan? Serta kemana akan di bawa Bangsa yang besar ini kini diperlukan perhatian khusus terutama bagi pengambil keputusan pemimpin Bangsa. Apakah terus Bangsa ini menjadi Bangsa yang korup? Saat ini para politikus yang menjadi harapan masa depan Bangsa hanya mementingkan kelompok masing_masing hanya sebagai alat meraih kursi kepimimpinan,seakan rakyat ini tidak mampu berbuat sesuatu tetapi percayalah apa yang ditabur akan dituai juga hanya waktu yang menentukan,bukankah Bangsa ini menempatkan Tuhan sebagai Sila pertama sebagai pedoman Bangsa yang tertuanhg dalam PancaSila.Kita tidak lupa bukan,Hukum alam tetap berlaku Hukum sebab akibat tetua kita dulu bilang Huku Kharma. Terima kasih atas kesempatan ini \"MERDEKA\" Gede Astra
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X