Permen Anti Bau Mulut Buatan Mahasiswa

Permen Anti Bau Mulut Buatan Mahasiswa

Kemangi. TEMPO/Panca Syurkani

TEMPO.CO , Yogyakarta: Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan camilan permen pengusir bau mulut yang dibuat dengan memanfaatkan ekstrak daun kemangi (Ocinum Canum) yang selama ini dipakai sebagai lalapan.

Sekelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY yang terdiri dari Winda Nirmala, Ardi Yuli Wardani, Eko Budiyanto, dan Hendry Stiyawan itu memilih kemangi yang selama ini sekadar menjadi lalap makanan karena melihat khasiatnya juga sebagai satu jenis tanaman herbal.

“Ekstrak daun kemangi punya manfaat kandungan zat yang dimiliki, yakni membunuh bakteri penyebab bau mulut,” kata Winda, Sabtu, 9 Juni 2012.

Winda menyebut, hampir 90 persen penyebab bau mulut adalah bakteri penghasil sulfur yang tinggal di bagian belakang mulut. Bakteri itu sendiri muncul karena sisa-sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut.

Ekstrak kemangi sengaja dipilih karena memiliki kandungan flavonoid bersifat antimikroba yang mampu mencegah masuknya bakteri, virus, atau jamur yang membahayakan tubuh. "Selain itu, flavonoid berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme," katanya.

Menurut Winda, selama ini kemangi kurang efektif menghilangkan bau mulut karena hanya dapat digunakan pada makanan tertentu. "Oleh karena itu, diperlukan terobosan baru untuk dapat menghilangkan bau mulut tersebut dengan cara yang lebih efektif misalnya dibuat permen yang dapat dikonsumsi kapan saja, di mana saja," katanya.

Ardi Yuli Wardani menuturkan untuk pembuatan permen herbal dari ekstrak daun kemangi dimulai dengan mencuci bersih daun kemangi lalu menghaluskannya dengan blender. Kemudian memeras ekstrak daun kemangi sambil disaring dengan saringan 200 mesh, dilanjutkan dengan membuat variasi konsentrasi ekstrak 25 persen, 50 persen, 75 persen dan 100 persen.

"Ekstrak daun kemangi kemudian dimasak sambil dicampur dengan glukosa dan asam sitrat sampai agak lengket dilanjutkan dengan meletakkan permen pada loyang dan membiarkan selama 1 jam, lalu mencetaknya,” katanya.

Setelah itu didinginkan pada freezer suhu nol derajat Celsius selama 24 jam kemudian mengemas permen dalam plastik.

PRIBADI WICAKSONO

Berita lain:
3 Hal Penting Sebelum Bangun Tidur

Penyakit Kelamin Kebal Antibiotika

Dapur Anda Lebih Berbahaya dari Jalan Raya

Tiga Menguak Jodoh

Lawan Stres dengan Meditasi

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Hati2 dgn gulanya,mhilangkan bau mulut tp mnyababkan kerusakan gigi,ini bkn penemuan baru,bnyak permen pnyegar mulut yg mggunakan pemanis buatan shg tdk mjadi masalah bg gigi
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X