Perjuangan 40 Jam Perjalanan ke Ukraina

Perjuangan 40 Jam Perjalanan ke Ukraina

Silvia Hsieh istri dari pemain Italia Alessandro Diamanti bersama puterinya menunggu pertandingan antara Italia vs Spanyol pada pertandingan Grup C Euro 2012 di PGE Arena, Gdansk, Polandia (11/6). REUTERS/Tony Gentile

TEMPO.CO, Kiev - Reporter UEFA.com, Dmitry Sobko, berjumpa dengan pendukung Ukraina menjelang laga melawan Swedia, di Stadion Olimpic Kiev, Selasa dini hari tadi. Namun tak diduga bahwa suporter yang terdiri dari sepasang suami-istri dan dua orang anak harus menghabiskan waktu hampir dua hari untuk menyaksikan laga itu secara langsung.

Sobko sendiri mengaku dirinya hanya membutuhkan waktu 40 menit untuk datang ke Stadion Olimpic. Sedangkan Eduard dan keluarganya yang tinggal di Selandia Baru membutuhkan waktu hampir 40 jam perjalanan dan menempuh jarak sekitar 16.783 kilometer.

Butuh waktu 12 jam perjalanan dari Selandia Baru ke Hong Kong, kemudian menghabiskan 12 jam lagi untuk mencapai Moskow. Setelah menunggu lima jam, mereka terbang menuju Bandara Boryspil Kiev. Akhirnya Eduard, istrinya, Andriy (13 tahun), dan Vadym (8) sampai di tempat tujuan.

Eduard sendiri merupakan warga Ukraina dan sudah berdiam di Selandia Baru selama empat tahun. Ia mengaku sebagai penggemar berat sepak bola, khususnya klub Dynamo Kiev.

“Kami sekeluarga memutuskan pergi ke Euro 2012 pada bulan April 2007--setelah Ukraina dan Polandia ditunjuk sebagai tuan rumah,” kata Eduard. “Membuat rencana ini memang sulit, tapi akhirnya kami bisa mengatasi semua rintangan.”

“Saya dan istri saya yang pergi membeli tiket. Kami bahkan telah sepakat dengan kepala sekolah tempat anak-anak kami bersekolah. Mereka diizinkan pergi dan akan kembali dengan pekerjaan rumah yang banyak,” ujar Eduard. “Tapi yang penting kami sudah di sini, dan kami senang.”

UEFA | ANTONIUS WISHNU

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan