Om Liem Sudah 3 Tahun Alami Kebutaan

Om Liem Sudah 3 Tahun Alami Kebutaan

Pengusaha Liem Sioe Liong atau Sudono Salim yang meninggal di Singapura, Minggu (10/6) rencananya akan dimakamkan di Chua Chu Kang Cemetary Singapura, Minggu (17/6). Kapanlagi.com

TEMPO.CO, Singapura - Sebelum meninggal pada Ahad, 10 Juni 2012, taipan Liem Sioe Liong alias Soedono Salim sudah lama mengalami kebutaan. Akibat glaukoma berat, sejak 2009 ia praktis tak lagi bisa melihat.

"Ke mana-mana terpaksa harus dituntun," kata menantunya, Fransiscus Welirang, Selasa, 12 Juni 2012, saat ditemui di lokasi persemayaman jenazah Liem di kompleks Mount Vernon, Singapura.

Meski begitu, kata Franky, sapaan akrab Franciscus, Om Liem masih aktif mendengarkan berita-berita dari Indonesia. "Ya, terutama pembangunan ekonomi dan bisnis."

Jauh sebelum benar-benar tak bisa melihat, tanda-tanda glaukoma bahkan sudah tampak saat perayaan ulang tahun Liem ke-90 yang digelar mewah di Hotel Shangri La, Singapura, pada awal September 2005 lalu. "Waktu itu sudah mulai berkabut pandanganya," Franky bercerita.

Sejak itu kesehatan Om Liem mengalami pasang surut. Ia mulai kerap keluar-masuk rumah sakit. "Ya, normal saja. Karena usia sudah uzur, ada beberapa gangguan degeneratif. Tapi tidak ada penyakit khusus."

Sampai akhirnya pada awal Juni ini taipan pendiri Grup Salim itu dilarikan ke Raffles Hospital. Di sana ia sempat dirawat 10 hari hingga mengembuskan napas terakhirnya.

Om Liem pergi meninggalkan tiga putra dan satu putri, 14 cucu, di mana empat di antaranya sudah menikah dan memberikannya 6 cicit atau buyut.

Y. TOMI ARYANTO (Singapura)

Berita terkait
Keluarga Pastikan Liem Sioe Liong Tak Dikremasi
Megawati Melayat Liem Sioe Liong
Kakek Megawati Buka Jalan Bisnis Om Liem
Sejumlah Tokoh Singapura Layat Om Liem
Di Peti, Wajah Om Liem Tenang Seperti Tidur
Fuad Bawazier Kenang Om Liem Kala ke Bangkalan
Mendiang Om Liem Kenakan Jas Hitam dan Dasi Oranye
Jenazah Sudono Salim Tiba di Mount Vernon

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X