Mubarok: Disentil SBY, Anas Tidak Harus Mundur

Mubarok: Disentil SBY, Anas Tidak Harus Mundur

Presiden yang sekaligus Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono dan Anas Urbaningrum. TEMPO/Aditia Noviansyah

Grafis Terkait

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok menilai Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tak harus mundur dari posisinya. Meski Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengisyaratkan meminta Anas untuk mundur, Mubarok menilai hanya proses hukum yang bisa membuat Anas meletakkan jabatan.

"Itu yang menentukan proses hukum. Tiga asas yang kami pegang itu hukum, etika dan. AD/ART," ujarnya usai menghadiri pembukaan silaturahmi pendiri dan deklarator Partai Demokrat, Rabu, 13 Juni 2012.

Dalam pidatonya, SBY menyentil sejumlah kader yang terkena kasus korupsi. Menurut dia, kader-kader seperti ini yang membuat citra Partai Demokrat terpuruk. "Daripada memalukan kita di kemudian hari, lebih baik mundur sekarang juga dan tinggalkan partai ini. Meski partai mendapat ujian dan badai kita tetap menjalankan politik yang santun," ujarnya di hadapan ratusan kader Partai Demokrat.

Nama Anas terus dikaitkan dalam berbagai kasus korupsi. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin menyebut Anas sebagai otak dari permainan proyek wisma atlet dan Hambalang.

Mubarok percaya Anas tidak terkait kasus-kasus korupsi itu. Menurut dia, selama ini Anas hanya disudutkan oleh opini yang dibangun oleh media. "Kalau mengikuti opini, besok ada opini baru. Maka tak ada habisnya. Partai harus bisa melawan opini," kata ketua tim sukses Anas dalam kongres Bandung itu.

Dia juga tak khawatir dengan terus merosotnya elektabilitas Demokrat akibat penanganan kasus ini yang tak kunjung selesai. Mubarok bahkan menuding media yang terus mempolitisir kasus ini memiliki agenda tersendiri.

"Silakan saja dieksploitasi terus. Mentang-mentang punya media. Nanti ada waktunya ketika semua telanjang, nanti masyarakat juga tahu. Pantas saja bicara banyak karena untuk menutupi diri sendiri," kata dia.

Mubarok percaya bahwa pada akhirnya kebenaran akan terungkap dan masyarakat akan kembali memilih Partai Demokrat. "Di Indonesia itu politik ditentukan oleh fenomena akhir, bukan sekarang. Silakan saja survei terus. Kami tidak khawatir hasil survei sekarang," katanya.

FEBRIYAN

BERITA TERKAIT
Pertemuan Cikeas Bahas Suksesi Presiden 2014 

Pendiri Bantah Konsolidasi Demokrat Pemanasan KLB 

Demokrat Daerah Diundang Atas Permintaan SBY 

Malam Ini SBY Kumpulkan DPD Demokrat di Cikeas

KPK Hitung Kerugian Negara Proyek Hambalang

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Walaupun Anas dan angie sondahk dan andy mallarangeng di pecat dari partai demokrat dan semua masuk penjara ,rakyat indonesia sdh hilang kepercayaan utk milih thn 2014.boleh buktiin nanti .
0
0
Ruhut mati2an bela SBY, sebaliknya Mubarok mati2an bela Anas. Kenapa bisa begitu?? Ya ialah, semua kan tergantung Big Bos, kalo big bos memble sdh pasti anak buah tak ada yg segan, dan semua bertindak seenak udelnya.
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X