indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Ruhut Sitompul : Anas Bukan Level SBY

Ruhut Sitompul : Anas Bukan Level SBY

Ruhut Sitompul. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Komunikasi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan peringatan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk tidak melawan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut dia, perlawanan terhadap SBY akan sia-sia. "Kalau Anas coba lawan Pak SBY, saya bilang nggak level itu," ujarnya kepada Tempo, Kamis 14 Juni.

Kemarin, SBY menyatakan akan menyingkirkan sejumlah kader Partai Demokrat yang bermasalah. Dalam pidatonya di acara Silaturahmi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat, SBY mengaku gerah dengan elektabilitas partainya yang merosot tajam akibat sejumlah kadernya disebut terlibat kasus korupsi.

Meskipun tidak menyebutkan nama, SBY tampak sedang menyindir Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Wakil Sekjen Angelina Sondakh serta Menpora Andi Malarangeng yang disebut terlibat dalam kasus wisma atlet dan Hambalang. SBY juga meminta mereka mengundurkan diri ketimbang didepak dari Partai Demokrat.

Dalam pertemuan itu, Anas sendiri tak hadir. Demikian pula dengan sejumlah pejabat teras DPP Partai Demokrat yang disebut-sebut dekat dengan mantan anggota KPU itu.

Ruhut sendiri menilai ketidakhadiran Anas bukan sebagai bentuk pembangkangan. Namun, ia tetap memperingatkan Anas dan kawan-kawan untuk tidak melawan titah SBY. "Demokrat itu ya SBY, beliau ikon Demokrat. Bukan Anas. Apapun yang terjadi pasti Pak SBY akan ambil tindakan tegas kepada kader yang bermasalah itu," katanya.

Ia mengatakan hanya ingin melihat ketidakhadiran Anas sebagai hal yang positif. "Mungkin dia tidak hadir karena ada kesibukan yang lebih penting. Saya berfikir positif saja. Saya tak mau berfikir Anas tidak hadir karena menggalang kekuatan dan sebagainya. Kalau itu dilakukan sia-sia saja. Ibaratnya tinju SBY itu kelas berat, Anas itu kelas bulu," kata politikus yang juga dikenal dengan sebutan Poltak ini.

FEBRIYAN


Berita terkait
SBY Isyaratkan Anas Mundur dari Demokrat
SBY Buka Silaturahmi Sesepuh Demokrat tanpa Anas
Demokrat Jawa Timur Serahkan Pemecatan Anas ke SBY
Ruhut: Badai Partai Demokrat Segera Berlalu
Silaturahmi Demokrat Tanpa Anas

Komentar (14)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Neegara gagal!
0
0
MASALAH KORUPSI. Menurut data International Indonesia termasuk pemerintahan korupsi yang terbesar. Sangat menyedihkan dan memalukan. Hanya orang2 yang berjiwa pencuri yang tidak merasa prihatin. Korupsi bukan saja ada di Indonesia, tapi disetiap negara2.Hanya saja negara Japan sukses memperkecil perbuatan2 korupsi, baik korupsi waktu, atau korupsi uang dll. Kiat2 pemerintahan Japan meminimize korupsi di negerinya yaitu dengan memberikan bonus kepada setiap kariawannya dari lapisan atas sampai kebawah. Maksudnya utama adalah untuk mensejahterakan pekerja2nya sekali gus mengawasi korupsi Setiap kariawan menjadi pengawas korupsi waktu dan uang dikantornya.Kalau terjadi korupsi waktu dan uang, yang menerima akibatnya adalah semua kariawan,karena bonus dapat di berikan kalau perusahaan2 pemerintah dan swasta mendapat profit. Kalau perusahaan2 pemerintah / swasta mendapat profit, barulah pekerja2 mendapat bonus.Kalau perusahaan2 pemerintah,BUMN / swasta rugi,karena ada korupsi waktu dan uang,maka pekerja2 tidak mendapat bonus.Ini kuncinya. Jadi semua pekerja2 termotifasi untuk mengawasi teman2nya agar tidak melakukan korupsi waktu dan uang.Semua orang menjadi pengawas dan semua orang bekerja keras agar mereka dapat menerima bonus untuk kesejahteraan keluarga mereka masing2. Mereka benar2 merasa memiliki perusahaan dan bertanggung jawab. Saya sangat terkesan sekali sistem Bonus-Japan ini, smart sekali. Semoga pemerintahan Indonesia lewat perusahaan2 BUMN dapat belajar dari kesuksesan negeri Japan. muslimbertaqwa
0
0
Saatnya monumen anas (monas) akan difungsikan sebagai tiang gantungan.
0
0
Becus gak sih jadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat?! Kalo gitu aja gak becus, apalagi jadi Presiden RI!!! Rakyat melarat digarong para pejabat!!!
0
0
turut bersimpati untuk pihak-pihak yang menjadi kambing hitam atau alat cuci tangan para koruptor it.
Selanjutnya
Wajib Baca!
X