Survei : Perempuan India Paling Menderita
Seorang perempuan memberikan mawar untuk menyampaikan pesan kasih hari Valentine di New Delhi India, Rabu (11/2). AP Photo/Saurabh Das
TEMPO.CO, London-Kelahiran seorang bayi perempuan, menurut penganut Hindu menjadi pertanda kedatangan Lakshmidewi bertangan empat yang menyebarkan kekayaan tiba di dunia. Seharusnya, ini menjadi dasar keberadaan perempuan di India.
Namun realitasnya, perempuan di India hingga kini masih mengalami penyiksaan, diskriminasi, pembunuhan bahkan diaborsi sebelum lahir. Fakta itu menyebabkan 370 pakar gender di seluruh dunia sepakat India merupakan negara terburuk dari kelompok G20 dalam memperlakukan perempuan. Hasil ini muncul dalam survei yang digelar Yayasan Thomson Reuters sebelum pertemuan negara G20 di Meksiko 18-19 Juni mendatang.
Di India, perempuan dan gadis masih dijual sebagai budak, menikah sejak umur 10 tahun, dan dibakar hidup-hidup gara-gara mahar, kata Gulshun Rehman, penasihat program kesehatan Save the Children Inggris, yang menjadi salah satu partisipan dalam survei ini.
Posisi terburuk kedua ditempati Arab Saudi. Meski perempuan di negara ini berpendidikan tinggi, tetapi mereka dilarang menyetir mobil sendiri bahkan baru mendapatkan hak pilih untuk pertama kali pada 2011.
India sangat miskin sedangkan Arab Saudi sangat kaya. Tetapi posisi mereka tak banyak berbeda. Siapapun yang memiliki ekstra kromosom X sama-sama memperoleh keistimewaan, tutur Nicholas Kristof, jurnalis dan penulis buku Separuh Langit: Mengubah Penindasan Menjadi Kesempatan bagi Perempuan.
Namun masih ada kabar baik bagi perempuan. Kanada didapuk sebagai jawara dalam perlakukannya terhadap perempuan. Kanada memberikan akses terhadap kesehatan dan pendidikan yang sangat baik kepada perempuan. Negara tetangga Amerika Serikat ini juga menerrapkan hukum yang melindungi perempuan.
Saya yakin Kanada dapat menjadi model negara yang menghormati perempuan, ucap Jimmie Briggs,jurnalis sekaligus penulis dan pendiri Kampanye Man Up yang mendidik para pemuda untuk menghentikan kekerasan terhadap gadis dan perempuan.
HINDUSTAN TIMES | REUTERS | TRUST LAW FOUNDATION | SITA PLANASARI A.
Berita lain:
Calon Penari Ini Jatuh dari Lantai 6 dan Selamat
Profesor Ini Siang Mengajar, Malam Jadi PSK
Sekolah Ini Muridnya Bicara dalam 31 Bahasa
Foto Dua Tentara AS Menyusui Tuai Polemik
Monyet Masuk Kota, Ponsel Pun Dirampas
Bancakan Duit Kongres Anas, Ismiyati Siap Digantung
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Istana Nilai Protes Penghargaan SBY Salah Kaprah
- Komnas HAM: Toleransi Beragama Indonesia Memburuk
- Pelaku Pembantaian London, Pemuda Kelas Menengah
- Perwira Polisi Sabang Gegerkan Warga
- PKS: Rotasi Anggota di DPR Bukan untuk Serang KPK
- Wanita Ini Gugat McDonald's karena Suaranya Hilang
- Sebanyak 8.250 Siswa SMA Tak Lulus Ujian Nasional
Berita Utama Dunia
- Tersangka Ketiga Bom Boston Ditembak Mati FBI
- Kisah Tahanan Lolos dari Penjara Kejam Korea Utara
- Teroris Barbar Beraksi di Inggris
- Iran Melarang Perempuan Jadi Presiden
- Pemilu Iran, Rafsanjani dan Mashaei Dilarang Ikut
- Pemenang Lotere Rp 5,7 Triliun Masih Misterius
- Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan













