indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pamerkan Payudara, PNS Kroasia Terancam Sanksi

Pamerkan Payudara, PNS Kroasia Terancam Sanksi

Para pemain Kroasia melakukan selebrasi setelah mencetak gol ketiga ke gawang Irlandia saat pertandingan Grup C Euro 2012 di Poznan, Polandia (11/6). REUTERS/Petr Josek

TEMPO.CO, Zagreb - Seorang perempuan yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil Kroasia dan memamerkan payudaranya saat merayakan gol kemenangan timnasnya di Euro 2012 terancam sanksi oleh pemerintah negara itu.

Foto suporter bernama Jelena Miksa yang bertelanjang dada itu tersebar di portal-portal internet, media local dan situs jejaring social seusai kemenangan 3-1 Kroasia atas Republik Irlandia Minggu lalu.

Tapi, kementerian kebudayaan Kroasia, tempat di mana bekerja, tak menyukai tindakan tersebut dan menyatakan perempuan muda itu terancam sanksi karena telah melanggar kode etik sebagai pegawai publik.

"Kami harus mengambil tindakan karena seorang pegawai publik harus bersikap sesuai dengan kode etik," kata juru bicara kementerian kebudayaan Kroasia, Natasa Petrinjak.

Ia menambahkan bahwa sebuah komite etik akan membahas isu tersebut kemudian untuk memutuskan tindakan apa yang harus diambil.

Jelena dan sepupunya, Viktorija, dari kota Krapina berangkat ke Polandia untuk mendukung Kroasia dalam laga pertama mereka mlawan Irlandia Minggu lalu.

Setelah kemenangan timnya, kedua perempuan itu merayakannya dengan mengangkat kaos mereka tinggi-tinggi hingga payudara mereka terlihat.

"Saya tak menyesali apapun ... Buat saya yang terpenting adalah bagaimana tim saya bermain. Ayo kita terus menang," kata Jelena Miksa.

Sementara itu Komite Helsinki untuk hak-hak asasi manusia mengecam rencana penjatuhan sanksi terhadap Miksa dan menyebutnya sebagai "serangan terhadap privasinya."

AP | A. RIJAL

Terpopuler:

Jerman vs Belanda: Pertempuran Penghabisan

Rekor Baru, Ceko Ungguli Yunani 2-0 dalam 6 Menit

Nasri Mulai Mengecoh Kawan Seklub

Garuda Kalahkan Malaysia Airlines dan Air France

Om Liem Pernah Ingin Kembali dan Dikubur di Jakarta

Fauzi Bowo: Iklan Cineplex Bukan Kampanye

10 Kota Paling Dibenci, Jakarta Nomor Tujuh

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan