Bokong Jadi Sasaran Tembak dalam Latihan Swedia

Bokong Jadi Sasaran Tembak dalam Latihan Swedia

Pemain Timnas Swedia Zlatan Ibrahimovic saat melakukan perenggangan di Stadion Olympic, 10-6, 2012. Swedia akan bertanding melawan Ukraina dalam laga kualifikasi group D Euro 2012 pada 12-6, 2012 dini hari, di Stadion Olympic., Kiev. REUTERS/Alexander Demianchuk

TEMPO.CO, Kiev – Para pemain Swedia menuai kritikan, bukan karena penampilan mereka di lapangan, tapi lantaran praktek yang mereka lakukan saat latihan.

Sebagian dari anggota skuad Swedia di Euro 2012 menggunakan bokong kiper cadangan, Johan Wiland, yang terbuka sebagai sasaran tembakan dalam sebuah sesi latihan.

Praktek ini dilakukan seusai sesi latihan Selasa lalu yang melibatkan para pemain yang tak dipasang dalam lawan Ukraina sehari sebelumnya.

Sebuah kelompok yang terdiri dari tujuh pemain dan asisten pelatih Marcus Allback berdiri membentuk lingkaran untuk permainan mempertahankan bola di udara. Wiland kalah dalam permainan ini dan ia harus berjalan ke tembok di dekat tempat latihan, berbalik badan dan menurunkan celananya hingga bokongnya terlihat. Kemudian rekan-rekan setimnya menjadikan dia sebagai sasaran tendangan bola dari jarak sekitar 20 meter.

Kejadian ini direkam oleh seorang kru harian Swedia, Expressen, ditayangkan di website mereka.

Reaksi keras pun datang dari sebuah organisasi anti-bullying Swedia yang menjadi sponsor stadion tim nasional, tapia para pemain menyatakan bahwa peristiwa ini telah diberitakan secara berlebihan.

'Itu hanya sebuah permainan,' kata gelandang Pontus Wernbloom. 'Bukan merupakan aksi jika semua orang ingin terlibat di dalamnya.'

Bek Martin Olsson mengatakan hal seperti itu sudah biasa mereka lakukan saat latihan dan dirinya juga sering menjadi sasaran tembakan.

'Itu hanya untuk kesenangan,' kata Olsson. 'Kami telah melakukannya sejak masih berusia 12 tahun.'

Tapi, tak semua pihak setuju dengan pernyataan mereka. Lars Arrhenius, sektretaris umum organisasi anti-bullying, Friends, yang namanya akan menjadi stadion sepakbola nasional baru di Stockholm – menyampaikan kepada Expressen bahwa para pemain itu telah menjadi 'contoh yang sangat buruk.'

'Mereka adalah idola ribuan anak-anak di seluruh Swedia dan saya pikir mereka tak seharusnya mengatakan bahwa ulah itu bukan masalah,' kata Arrhenius. 'Ini satu hal yang biasa terjadi di sekolah-sekolah dan klub-klub olahraga yang sebagian menyebutnya permainan. Tapi, ada sejumlah anak yang menjadi korban dalam situasi seperti itu.'

Bahkan perdana menteri Swedia juga ikut mengomentari peristiwa tersebut. “Mereka yang menjadi tumpuan harapan seharusnya menyadari posisinya dan bertindak sesuai dengan posisinya,” kata ,' Fredrik Reinfeldt.

Di pihak lain, Wernbloom berbalik mengkritik sejumlah fans dan media Swedia yang telah mengolok-olok bek Mikael Lustig setelah kesalahan yang dilakukannya dalam pertandingan melawan Ukraina di mana Swedia kalah 1-2.

Saat Lustig seharusnya mengawal tiang dekat saat Ukraina melakukan sepak pojok, tapi ia justru tak berada pada posisinya yang memungkinkan Andriy Shevchenko menyundul bola tepat ke celah yang seharusnya ditutupi oleh bek itu.

Kejadian itu menjadi bahan olok-olok di jejaring sosial yan diberi nama 'Memegang tiang,' yang mendapat sambutan dari para fan Swedia dengan mengunduh foto-foto mereka yang tengah memegang tiang lampu, tiang nama jalan, tiang telepon dan jenis tiang lainnya.

'Saya piker itu baru bullying,' kecam Wernbloom. 'Tapi, Lustig menanggapinya dengan tenang dan ia hanya mentertawakannya.'


 


AP | A. RIJAL

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan