Situs Sejarah Kota Manado Dirusak

Situs Sejarah Kota Manado Dirusak

Veldbox Jepang Manado. Tribunnews.com

TEMPO.CO, Jakarta - Obyek Wisata Benteng Pengintaian Jepang atau Veldbox di Dendengan Luar, Tikala, Manado, terancam rusak. Situs sejarah itu dibongkar dan diratakan dengan tanah. Tokoh pemuda Tikala, Royke Anter, Ahad, 17 Juni, menyesalkan aktivitas perusakan di atas kawasan situs itu.

Anggota DPRD Kota Manado itu menyatakan pemerintah daerah seharusnya melarang perataan tanah di atas situs sejarah yang berhubungan dengan nilai Kota Manado. "Situs Veldbox ini kan menjelaskan jika di Manado sempat terjadi peperangan antara Belanda dan Jepang. Ini bisa dijadikan cerita wisata menarik. Kenapa kemudian dirusak bahkan dihilangkan," kata Anter.

Veldbox, menurut sejarah, merupakan lokasi pengintaian tentara Jepang pada perang melawan Belanda di Kota Manado. Lokasinya semula di atas bukit. Namun bukit itu sudah tak bersisa lagi karena tanahnya telah diratakan. "Mau jadi kota wisata bagaimana kalau obyek wisatanya justru digusur."

Anggota DPRD Kota Manado dari Komisi B yang membidangi masalah pariwisata, Syarifuddin Saafa, akan memanggil semua pihak yang terkait dengan perusakan situs sejarah itu. "Kami akan panggil kontraktor perata tanah, Dinas Pariwisata dan Badan Lingkungan Hidup," kata Saafa.

Selain kontraktor, politikus PKS ini mengatakan pemerintah Kota Manado adalah pihak paling bertanggung jawab atas kerusakan Veldbox ini. "Jelas dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya mengatur hal itu. Kenapa justru pemerintah membiarkan izin perataan tanah di situs sejarah,” katanya.

Saafa menyesalkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado yang dinilai tak mengerti makna situs sejarah. "Masa Dinas Pariwisata membiarkan obyek wisata ini dirusak. Ini pasti dikarenakan Dinas pariwisata tidak paham dengan arti wisata itu sendiri," kata Saafa.

Kepala Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Manado wilayah kerja Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah, Rusli Manorek, kaget mengenai perusakan situs sejarah Kota Manado. "Yah, lenyap lagi satu situs sejarah. Saya mau bilang apa," katanya. "Tanya saja ke BLH dan Dinas Pariwisata di Manado karena mereka yang tahu kondisi di Manado."

ISA ANSHAR JUSUF



Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X